Menu

Mode Gelap
Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan

Daerah

Tiga Jenis Layang-layang Buatan Ketua BPD di Pangandaran Laris

badge-check


					Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup Perbesar

Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang warga di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Usup mengaku sekitar 6 tahun bergelut membuat jenis layang-layang siang dan malam.

 

Jenis layang-layang yang dia produksi layangan bokongan, layangan manuk dan layangan tahu.

Keseharian Usup sebagai ketua Badan Pengawas Desa (BPD) di desa Karangsari. Selepas pulang dari kantor desa, ia mulai disibukkan dengan membuat layang-layang.

 

Terlebih memasuki panen raya. Biasanya pesanannya mulai menumpuk.

Layang-layang yang ia buat terbilang rumit butuh ketekunan, bagaimana tidak, dalam kurun 2 hari ia hanya mampu memproduksi satu buah layang-layang.

 

Karena memang proses pengahulusan rangka yang terbuat dari bambu harus benar-benar penuh kesabaran.

Menurutnya, membuat layang-layang untuk siang tidak begitu sulit, namun layang-layang untuk malam itu yang cukup rumit.

 

“karena butuh keseimbangan, perlu bambu pilihan atau bambu tertentu untuk layang-layang itu,” katanya kepada wartawan Rabu, (8/4/2024).

Menghadapi musim panen ini, Usup mengaku sudah membuat 70 buah layang-layang dan kemungkinan akan terus bertambah.

 

Usup mengatakan, hasil karyanya sudah terjual ke berbagi wilayah bahkan ke luar pulau.

 

“Ada yang beli dari Sumatera dan Lamongan, karena kita ngejualnya via online,” kata Usup.

 

Usup menjual dengan harga terjangkau, tapi Jika layangan itu bagus, harganya bisa mencapai Rp 2 juta perbuah.

Sebetulnya kata dia, modalnya tidak terlalu besar, akan tetapi yang mahal itu ilmunya karena butuh ketelitian dan kesabaran.

Melihat antusias pencinta layang-layang cukup bagus, Usup membuat komunitas layang-layang.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu komunitas saya sudah masuk dinas pariwisata tingkat kabupaten. Sehingga, ada rencana bulan November nanti akan diadakan gebyar layang-layang untuk tingkat se-Kabupaten,” jelasnya.

Dengan diselenggarakanya acara tersebut, Usup berharap pangandaran bisa lebih terkenal.

 

“Apalagi kan ada visi dan misi bahwa pangandaran itu menjadi wisata dunia,” katanya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyegaran di Tubuh Polres Pangandaran, Wakapolres dan Kasatreskrim Berganti, Sejumlah Personel Demosi

9 September 2026 - 09:04 WIB

Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran

8 September 2026 - 10:35 WIB

Polemik Suplai SPPG Sindangwangi Berakhir Islah, Yayasan dan Karang Taruna Sepakat Berdayakan Warga Lokal

7 September 2026 - 17:24 WIB

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Trending di Daerah