Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Daerah

Tiga Jenis Layang-layang Buatan Ketua BPD di Pangandaran Laris

badge-check


					Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup Perbesar

Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang warga di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Usup mengaku sekitar 6 tahun bergelut membuat jenis layang-layang siang dan malam.

 

Jenis layang-layang yang dia produksi layangan bokongan, layangan manuk dan layangan tahu.

Keseharian Usup sebagai ketua Badan Pengawas Desa (BPD) di desa Karangsari. Selepas pulang dari kantor desa, ia mulai disibukkan dengan membuat layang-layang.

 

Terlebih memasuki panen raya. Biasanya pesanannya mulai menumpuk.

Layang-layang yang ia buat terbilang rumit butuh ketekunan, bagaimana tidak, dalam kurun 2 hari ia hanya mampu memproduksi satu buah layang-layang.

 

Karena memang proses pengahulusan rangka yang terbuat dari bambu harus benar-benar penuh kesabaran.

Menurutnya, membuat layang-layang untuk siang tidak begitu sulit, namun layang-layang untuk malam itu yang cukup rumit.

 

“karena butuh keseimbangan, perlu bambu pilihan atau bambu tertentu untuk layang-layang itu,” katanya kepada wartawan Rabu, (8/4/2024).

Menghadapi musim panen ini, Usup mengaku sudah membuat 70 buah layang-layang dan kemungkinan akan terus bertambah.

 

Usup mengatakan, hasil karyanya sudah terjual ke berbagi wilayah bahkan ke luar pulau.

 

“Ada yang beli dari Sumatera dan Lamongan, karena kita ngejualnya via online,” kata Usup.

 

Usup menjual dengan harga terjangkau, tapi Jika layangan itu bagus, harganya bisa mencapai Rp 2 juta perbuah.

Sebetulnya kata dia, modalnya tidak terlalu besar, akan tetapi yang mahal itu ilmunya karena butuh ketelitian dan kesabaran.

Melihat antusias pencinta layang-layang cukup bagus, Usup membuat komunitas layang-layang.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu komunitas saya sudah masuk dinas pariwisata tingkat kabupaten. Sehingga, ada rencana bulan November nanti akan diadakan gebyar layang-layang untuk tingkat se-Kabupaten,” jelasnya.

Dengan diselenggarakanya acara tersebut, Usup berharap pangandaran bisa lebih terkenal.

 

“Apalagi kan ada visi dan misi bahwa pangandaran itu menjadi wisata dunia,” katanya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pastikan Kenyamanan Wisatawan Libur Lebaran, Kapolda Jabar Tinjau Langsung Objek Wisata Pantai Pangandaran 

22 Maret 2026 - 15:50 WIB

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Trending di Daerah