Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Daerah

Tiga Jenis Layang-layang Buatan Ketua BPD di Pangandaran Laris

badge-check


					Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup Perbesar

Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang warga di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Usup mengaku sekitar 6 tahun bergelut membuat jenis layang-layang siang dan malam.

 

Jenis layang-layang yang dia produksi layangan bokongan, layangan manuk dan layangan tahu.

Keseharian Usup sebagai ketua Badan Pengawas Desa (BPD) di desa Karangsari. Selepas pulang dari kantor desa, ia mulai disibukkan dengan membuat layang-layang.

 

Terlebih memasuki panen raya. Biasanya pesanannya mulai menumpuk.

Layang-layang yang ia buat terbilang rumit butuh ketekunan, bagaimana tidak, dalam kurun 2 hari ia hanya mampu memproduksi satu buah layang-layang.

 

Karena memang proses pengahulusan rangka yang terbuat dari bambu harus benar-benar penuh kesabaran.

Menurutnya, membuat layang-layang untuk siang tidak begitu sulit, namun layang-layang untuk malam itu yang cukup rumit.

 

“karena butuh keseimbangan, perlu bambu pilihan atau bambu tertentu untuk layang-layang itu,” katanya kepada wartawan Rabu, (8/4/2024).

Menghadapi musim panen ini, Usup mengaku sudah membuat 70 buah layang-layang dan kemungkinan akan terus bertambah.

 

Usup mengatakan, hasil karyanya sudah terjual ke berbagi wilayah bahkan ke luar pulau.

 

“Ada yang beli dari Sumatera dan Lamongan, karena kita ngejualnya via online,” kata Usup.

 

Usup menjual dengan harga terjangkau, tapi Jika layangan itu bagus, harganya bisa mencapai Rp 2 juta perbuah.

Sebetulnya kata dia, modalnya tidak terlalu besar, akan tetapi yang mahal itu ilmunya karena butuh ketelitian dan kesabaran.

Melihat antusias pencinta layang-layang cukup bagus, Usup membuat komunitas layang-layang.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu komunitas saya sudah masuk dinas pariwisata tingkat kabupaten. Sehingga, ada rencana bulan November nanti akan diadakan gebyar layang-layang untuk tingkat se-Kabupaten,” jelasnya.

Dengan diselenggarakanya acara tersebut, Usup berharap pangandaran bisa lebih terkenal.

 

“Apalagi kan ada visi dan misi bahwa pangandaran itu menjadi wisata dunia,” katanya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa S2 UBHI dan Puskesmas Kalipucang Gelar GEMAR SANSET di PSM, Sasar 700 Santri Lewat Edukasi dan CKG

11 Juni 2026 - 19:44 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polres Pangandaran Dorong Lomba Ketahanan Pangan

9 Juni 2026 - 19:25 WIB

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran Soroti TPP ASN dan Gaji PPPK Paruh Waktu di Puskesmas – RSUD

7 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Trending di Daerah