Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Tiga Jenis Layang-layang Buatan Ketua BPD di Pangandaran Laris

badge-check


					Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup Perbesar

Poto: pembuat layang-layang yang juga merupakan ketua BPD, Usup

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang warga di Desa Karangsari Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Usup mengaku sekitar 6 tahun bergelut membuat jenis layang-layang siang dan malam.

 

Jenis layang-layang yang dia produksi layangan bokongan, layangan manuk dan layangan tahu.

Keseharian Usup sebagai ketua Badan Pengawas Desa (BPD) di desa Karangsari. Selepas pulang dari kantor desa, ia mulai disibukkan dengan membuat layang-layang.

 

Terlebih memasuki panen raya. Biasanya pesanannya mulai menumpuk.

Layang-layang yang ia buat terbilang rumit butuh ketekunan, bagaimana tidak, dalam kurun 2 hari ia hanya mampu memproduksi satu buah layang-layang.

 

Karena memang proses pengahulusan rangka yang terbuat dari bambu harus benar-benar penuh kesabaran.

Menurutnya, membuat layang-layang untuk siang tidak begitu sulit, namun layang-layang untuk malam itu yang cukup rumit.

 

“karena butuh keseimbangan, perlu bambu pilihan atau bambu tertentu untuk layang-layang itu,” katanya kepada wartawan Rabu, (8/4/2024).

Menghadapi musim panen ini, Usup mengaku sudah membuat 70 buah layang-layang dan kemungkinan akan terus bertambah.

 

Usup mengatakan, hasil karyanya sudah terjual ke berbagi wilayah bahkan ke luar pulau.

 

“Ada yang beli dari Sumatera dan Lamongan, karena kita ngejualnya via online,” kata Usup.

 

Usup menjual dengan harga terjangkau, tapi Jika layangan itu bagus, harganya bisa mencapai Rp 2 juta perbuah.

Sebetulnya kata dia, modalnya tidak terlalu besar, akan tetapi yang mahal itu ilmunya karena butuh ketelitian dan kesabaran.

Melihat antusias pencinta layang-layang cukup bagus, Usup membuat komunitas layang-layang.

“Alhamdulillah beberapa waktu lalu komunitas saya sudah masuk dinas pariwisata tingkat kabupaten. Sehingga, ada rencana bulan November nanti akan diadakan gebyar layang-layang untuk tingkat se-Kabupaten,” jelasnya.

Dengan diselenggarakanya acara tersebut, Usup berharap pangandaran bisa lebih terkenal.

 

“Apalagi kan ada visi dan misi bahwa pangandaran itu menjadi wisata dunia,” katanya. (art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Casabadia Villas Gelar Throwdown Manual Brew, Dorong Kualitas Kedai Kopi Pangandaran

27 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

27 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Trending di Daerah