Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader

badge-check


					Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Pangandaran dengan mengenalkan inovasi digital Pronalin Cek kepada para kader posyandu.

Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Desa Putrapinggan dan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Senin (27/7/2026).

Puluhan kader posyandu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendampingi ibu hamil melalui pemanfaatan teknologi.

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Wiwin Mintarsih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tugas perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

“Kami memberikan pembekalan kepada para kader sesuai dengan inovasi perkembangan teknologi saat ini. Kami juga kenalkan aplikasi Pronalin Cek agar dapat diimplementasikan saat memberikan edukasi kepada ibu hamil di desa,” jelasnya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, aplikasi Pronalin Cek dirancang sederhana sehingga mudah dioperasikan melalui telepon pintar berbasis Android.

Aplikasi tersebut menjadi media edukasi preventif untuk membantu kader memantau kondisi kehamilan sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kandungannya.

Penggunaan aplikasi secara berkelanjutan, itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap kondisi kehamilan, sehingga mereka dapat mempersiapkan proses persalinan dengan lebih baik.

“Inovasi ini juga menjadi satu upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui edukasi dan pendampingan yang lebih terarah,” kata Wiwin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, menilai pemahaman ibu terhadap kondisi kehamilan masih menjadi tantangan di lapangan.

“Yang paling penting adalah ibu hamil mengetahui kondisi kehamilannya. Yang menjadi masalah, kadang-kadang ibu hamil tidak terlalu sadar terhadap kondisi kehamilannya. Ada yang hanya melakukan pemeriksaan satu atau dua kali,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya terus menekankan kepada para bidan desa untuk memberikan pendampingan secara intensif selama masa kehamilan hingga persalinan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.

Rizal pun mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang memilih Kecamatan Kalipucang sebagai lokasi kegiatan.

“Saya sangat berterima kasih sudah memilih lokus di Kecamatan Kalipucang. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyelesaikan persoalan stunting,” ungkap Rizal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

Trending di Daerah