Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader

badge-check


					Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Pangandaran dengan mengenalkan inovasi digital Pronalin Cek kepada para kader posyandu.

Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Desa Putrapinggan dan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Senin (27/7/2026).

Puluhan kader posyandu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendampingi ibu hamil melalui pemanfaatan teknologi.

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Wiwin Mintarsih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tugas perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

“Kami memberikan pembekalan kepada para kader sesuai dengan inovasi perkembangan teknologi saat ini. Kami juga kenalkan aplikasi Pronalin Cek agar dapat diimplementasikan saat memberikan edukasi kepada ibu hamil di desa,” jelasnya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, aplikasi Pronalin Cek dirancang sederhana sehingga mudah dioperasikan melalui telepon pintar berbasis Android.

Aplikasi tersebut menjadi media edukasi preventif untuk membantu kader memantau kondisi kehamilan sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kandungannya.

Penggunaan aplikasi secara berkelanjutan, itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap kondisi kehamilan, sehingga mereka dapat mempersiapkan proses persalinan dengan lebih baik.

“Inovasi ini juga menjadi satu upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui edukasi dan pendampingan yang lebih terarah,” kata Wiwin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, menilai pemahaman ibu terhadap kondisi kehamilan masih menjadi tantangan di lapangan.

“Yang paling penting adalah ibu hamil mengetahui kondisi kehamilannya. Yang menjadi masalah, kadang-kadang ibu hamil tidak terlalu sadar terhadap kondisi kehamilannya. Ada yang hanya melakukan pemeriksaan satu atau dua kali,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya terus menekankan kepada para bidan desa untuk memberikan pendampingan secara intensif selama masa kehamilan hingga persalinan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.

Rizal pun mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang memilih Kecamatan Kalipucang sebagai lokasi kegiatan.

“Saya sangat berterima kasih sudah memilih lokus di Kecamatan Kalipucang. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyelesaikan persoalan stunting,” ungkap Rizal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Trending di Daerah