Menu

Mode Gelap
Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan

Daerah

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader

badge-check


					Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Turun ke Pangandaran Kenalkan Aplikasi Pronalin Cek Kepada Kader Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kementerian Kesehatan melalui Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya memperkuat upaya peningkatan kesehatan ibu hamil di Kabupaten Pangandaran dengan mengenalkan inovasi digital Pronalin Cek kepada para kader posyandu.

Program pengabdian masyarakat tersebut dilaksanakan di Desa Putrapinggan dan Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Senin (27/7/2026).

Puluhan kader posyandu mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendampingi ibu hamil melalui pemanfaatan teknologi.

Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Wiwin Mintarsih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tugas perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan di daerah.

“Kami memberikan pembekalan kepada para kader sesuai dengan inovasi perkembangan teknologi saat ini. Kami juga kenalkan aplikasi Pronalin Cek agar dapat diimplementasikan saat memberikan edukasi kepada ibu hamil di desa,” jelasnya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, aplikasi Pronalin Cek dirancang sederhana sehingga mudah dioperasikan melalui telepon pintar berbasis Android.

Aplikasi tersebut menjadi media edukasi preventif untuk membantu kader memantau kondisi kehamilan sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kandungannya.

Penggunaan aplikasi secara berkelanjutan, itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran ibu hamil terhadap kondisi kehamilan, sehingga mereka dapat mempersiapkan proses persalinan dengan lebih baik.

“Inovasi ini juga menjadi satu upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan melalui edukasi dan pendampingan yang lebih terarah,” kata Wiwin.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, menilai pemahaman ibu terhadap kondisi kehamilan masih menjadi tantangan di lapangan.

“Yang paling penting adalah ibu hamil mengetahui kondisi kehamilannya. Yang menjadi masalah, kadang-kadang ibu hamil tidak terlalu sadar terhadap kondisi kehamilannya. Ada yang hanya melakukan pemeriksaan satu atau dua kali,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya terus menekankan kepada para bidan desa untuk memberikan pendampingan secara intensif selama masa kehamilan hingga persalinan agar kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga.

Rizal pun mengapresiasi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang memilih Kecamatan Kalipucang sebagai lokasi kegiatan.

“Saya sangat berterima kasih sudah memilih lokus di Kecamatan Kalipucang. Ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyelesaikan persoalan stunting,” ungkap Rizal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pramuka Bersihkan Sampah di Sungai Pangandaran, Popok hingga Botol Plastik Diangkut ke TPA

11 September 2026 - 10:44 WIB

Penyegaran di Tubuh Polres Pangandaran, Wakapolres dan Kasatreskrim Berganti, Sejumlah Personel Demosi

9 September 2026 - 09:04 WIB

Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran

8 September 2026 - 10:35 WIB

Polemik Suplai SPPG Sindangwangi Berakhir Islah, Yayasan dan Karang Taruna Sepakat Berdayakan Warga Lokal

7 September 2026 - 17:24 WIB

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah