LENSAPRIANGAN.COM – Ratusan warga tergabung dalam Perkumpulan Kelompok Tani Mandiri Pananjung Pangandaran (PKTMPP) memperkuat silaturahmi dan kekompakan terkait keberadaan lahan eks PT Stratas di Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan tersebut digelar di satu tempat di dekat kawasan eks PW Pangandaran, Jumat (14/8/2026).
Dalam pertemuan itu, para anggota PKTMPP membangun komunikasi sekaligus menyatukan sikap mengenai lahan yang selama ini mereka garap.
Usai kegiatan silaturahmi, para anggota PKTMPP akan memasang banner di masing-masing lahan garapan.
Banner tersebut akan memuat keterangan bahwa lahan tersebut merupakan tanah garapan anggota PKTMPP.
Ketua PKTMPP, Cucu Supriadi, mengatakan, pemasangan banner dilakukan di depan rumah maupun lahan yang selama ini digarap oleh anggota.
“Untuk pemasangan banner, kami mohon penggarap supaya dipasang di masing-masing depan rumah atau lahan garapan,” kata Cucu.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan menyusul berakhirnya hak guna bangunan (HGB) PT Stratas pada 2026.
Dengan berakhirnya hak tersebut, pihaknya menyebut lahan akan kembali menjadi tanah negara.
“Kami juga sudah tahu bahwa untuk tahun 2026 HGB PT Stratas habis. Maka dari itu, tanah ini akan kembali ke negara,” paparnya.
Cucu menegaskan, para penggarap yang selama ini memanfaatkan lahan itu ingin menunjukkan keberadaan mereka sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap lahan negara itu.
“Sebagai warga negara, kita ada hak untuk memiliki garapan tanah tersebut. Makanya dengan pemasangan banner, mudah-mudahan para penggarap merasa nyaman dan tidak merasa sedikit ketakutan,” ungkapnya.
Ia berharap pemasangan banner tersebut dapat meningkatkan keberanian para penggarap untuk mempertahankan aktivitas mereka di lahan eks PT Stratas.
“Keberanian akan muncul bahwa kami juga punya hak untuk menggarap di lahan negara ini,” ungkap Cucu.
Cucu menyebut mayoritas penggarap merupakan warga Kabupaten Pangandaran, khususnya Kecamatan Pangandaran.
Berdasarkan data terbaru yang dimiliki PKTMPP, terdapat sekitar 198 anggota yang tercatat sebagai penggarap.
“Total anggota dalam data yang sekarang dan valid kami terima itu sekitar 198 anggota. 198 anggota itu yang akan kami pertahankan di lokasi lahan eks PT Stratas,” katanya. ***






