LENSAPRIANGAN.COM – Aplikasi PRONALIN CEK dikembangkan sebagai media edukasi digital untuk membantu ibu hamil memahami kondisi kehamilan, mengenali tanda bahaya sejak dini, serta mempersiapkan persalinan secara aman bersama keluarga.
Selain memberikan informasi kesehatan, pemanfaatan teknologi digital tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan ibu hamil dalam menjaga kesehatannya selama masa kehamilan.
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya sekaligus anggota Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Meti Widiya, mengatakan aplikasi PRONALIN CEK menjadi satu inovasi yang dimanfaatkan dalam kegiatan peningkatan kapasitas kader kesehatan di Kabupaten Pangandaran.
“Kami memberikan peningkatan kapasitas kepada para kader kesehatan agar mampu memanfaatkan inovasi teknologi berupa aplikasi PRONALIN sebagai media edukasi saat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil,” ujar Meti saat ditemui di lokasi kegiatan, Senin (27/7/2026).
Menurut Meti, aplikasi PRONALIN CEK dirancang untuk mempermudah penyampaian informasi mengenai Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) melalui media yang menarik dan mudah dipahami masyarakat.
Di dalam aplikasi tersebut tersedia berbagai fitur edukasi, mulai dari materi Program P4K, artikel kesehatan kehamilan, informasi komplikasi berdasarkan trimester, video edukasi, hingga pembuatan Stiker P4K digital yang membantu ibu hamil menyusun rencana persalinan sejak dini.
Ia menjelaskan, pendekatan promotif dan preventif melalui aplikasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil sehingga lebih memahami kondisi kehamilan, mengenali gejala yang berpotensi membahayakan, serta mengambil langkah yang tepat sebelum terjadi komplikasi.
“Upaya pencegahan stunting tidak dimulai setelah anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan. Melalui edukasi yang berkelanjutan, ibu hamil diharapkan mampu menjaga kesehatannya sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat,” katanya.
Meski demikian, Meti menegaskan aplikasi PRONALIN CEK tidak menggantikan pelayanan kesehatan yang diberikan tenaga kesehatan.
Aplikasi tersebut hanya berfungsi sebagai media pendukung edukasi yang dapat dimanfaatkan oleh ibu hamil, kader kesehatan, maupun bidan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi persalinan.
“Karena kader berasal dari masyarakat, mereka dapat berinteraksi dengan ibu hamil setiap saat sehingga penyampaian informasi kesehatan menjadi lebih efektif,” ungkapnya. ***






