LENSAPRIANGAN.COM – Kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong ditunjukkan oleh pemuda Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Setiap hari, mereka mengelola sampah dan limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi.
Aktivitas itu sudah menjadi rutinitas harian.
Setiap sore, para pemuda mengangkut sampah organik dan anorganik, termasuk limbah dapur MBG, menuju tempat penampungan sementara.
Di lokasi tersebut, sampah-sampah itu kemudian dipilah antara yang bernilai ekonomis dan yang tidak.
Sekretaris Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi, Irfan Nurjaman, mengatakan kegiatan pengelolaan sampah ini sudah dilakukan sejak lama.
Namun, keberadaan program MBG membuat kolaborasi mereka semakin luas dan bermanfaat.
“Sekarang kebetulan ada program MBG, jadi kita kolaborasi dengan SPPG Sindangwangi untuk pemanfaatan sampah dan limbahnya,” katanya, Sabtu (7/2/2026).

Setelah melalui proses pemilahan, sampah dan limbah tersebut kemudian dikirim ke Bank Sampah Induk (BSI) Sehate yang ada di wilayah Cikembulan, Pangandaran.
Sampah bernilai ekonomis dijual, sementara sisa makanan dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
“Ya lumayan, sebagian sampah yang bernilai ekonomis bisa kita jual, dan limbah sisa makanan kita berikan untuk maggot,” kata Irfan.
Person In Charge (PIC) SPPG Sindangwangi, H. Yayat Candrahayat, mengatakan bahwa pengelolaan limbah di SPPG dilakukan secara terpadu.
Limbah cair telah ditangani melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sedangkan limbah padat bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Sindangwangi.
“Untuk limbah cair kita sudah ada IPAL. Kalau limbah sampah, kita bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Sindangwangi,” ungkapnya.
Ia mengaku bangga dengan peran aktif para pemuda desa yang dinilai sangat kooperatif dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta program pemerintah.
“Kebetulan ketua karang taruna dan pemuda – pemuda di sini sangat kooperatif. Saya cukup bangga karena mereka punya keinginan untuk membantu menyukseskan program bapak Presiden,” paparnya.
Menurut Yayat, pelibatan Karang Taruna dalam pengelolaan limbah juga bertujuan agar para pemuda memiliki kegiatan positif sekaligus semangat berkontribusi dalam menyukseskan program nasional.
“Pengelolaan limbah organik dan anorganik, kita serahkan ke Karang Taruna agar mereka punya kegiatan dan semangat,” kata Yayat.
Tak hanya pengelolaan sampah, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan pun rutin dilakukan.
Setiap hari, relawan SPPG melakukan pembersihan area dapur dan lingkungan sekitar.
Khusus hari Sabtu, kegiatan bersih-bersih dijadwalkan secara khusus sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Setiap hari kebersihan tetap kita lakukan, cuma hari Sabtu itu sudah dijadwalkan khusus,” jelasnya. ***






