Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Bisnis

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

badge-check


					Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kisah Khoenunisa umur 11 tahun membantu neneknya berjualan sate totok di SDN 2 Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

Khoenunisa asal RT 4/1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Pagi belum sepenuhnya hangat ketika asap tipis dari pembakaran sate totok mulai mengepul di halaman SDN 2 Kalipucang.

Di antara riuh suara siswa yang bersiap masuk kelas, tampak seorang anak perempuan berseragam sekolah dengan senyum polos membantu seorang nenek menata dagangan.

Siswi kelas 5 yang bernama Khoenunisa, berusia 11 tahun, warga RT 4 RW 1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (2/2/2026).

Setiap hari sebelum bel masuk berbunyi, Khoenunisa menyempatkan diri membantu neneknya berjualan sate totok di sekitar lingkungan sekolah.

Tangannya yang kecil terlihat lincah kadang membantu membungkus, kadang melayani pembeli dengan sopan.

Ia bergegas masuk kelas, berganti peran menjadi seorang pelajar yang tekun mengikuti pelajaran.

Bagi Khoenunisa (11), membantu neneknya bukanlah beban. Justru di sanalah ia belajar arti tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.

Di sela-sela waktu istirahat, ia kembali menghampiri neneknya, memastikan dagangan tetap rapi dan pembeli terlayani dengan baik.

Wali kelas 5 SDN 2 Kalipucang, Silviana Maya, menyampaikan, Khoenunisa dikenal sebagai anak yang santun dan tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah.

“Khoenunisa ini anaknya rajin dan sopan. Meski sebelum sekolah membantu neneknya berjualan, di kelas ia tetap fokus belajar dan tidak pernah mengeluh. Perjalanannya luar biasa untuk anak seusianya,” tutur Silviana saat di konfirmasi, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kisah Khoenunisa menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

Nilai kerja keras, kepedulian keluarga, dan rasa hormat kepada orang tua tercermin jelas dari sikapnya.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi keluarganya, Khoenunisa tetap memelihara mimpi seperti anak-anak lainnya.

Dukungan nenek dan lingkungan sekolah menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus melangkah.

Kisah Khoenunisa bukan sekadar tentang seorang anak yang membantu berjualan, melainkan potret keteguhan hati dan cinta keluarga. (Eful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Polres Pangandaran Perkuat Karakter Siswa Lewat Program Polisi Peduli Pendidikan

19 Oktober 2026 - 18:28 WIB

Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran Jadi Ajang Promosi Produk Lokal

19 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Trending di Bisnis