Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Aplikasi Investasi, Withdraw Dana Mendadak Tak Bisa Dibuka Himpunan Mahasiswa Anggalarang Kanupayen Pangandaran Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar KABAR DUKA, MD KAHMI Kabupaten Pangandaran Meninggal Dunia Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

Bisnis

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

badge-check


					Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kisah Khoenunisa umur 11 tahun membantu neneknya berjualan sate totok di SDN 2 Kalipucang Kabupaten Pangandaran.

Khoenunisa asal RT 4/1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Pagi belum sepenuhnya hangat ketika asap tipis dari pembakaran sate totok mulai mengepul di halaman SDN 2 Kalipucang.

Di antara riuh suara siswa yang bersiap masuk kelas, tampak seorang anak perempuan berseragam sekolah dengan senyum polos membantu seorang nenek menata dagangan.

Siswi kelas 5 yang bernama Khoenunisa, berusia 11 tahun, warga RT 4 RW 1 Dusun Girisetra, Desa Kalipucang, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Senin (2/2/2026).

Setiap hari sebelum bel masuk berbunyi, Khoenunisa menyempatkan diri membantu neneknya berjualan sate totok di sekitar lingkungan sekolah.

Tangannya yang kecil terlihat lincah kadang membantu membungkus, kadang melayani pembeli dengan sopan.

Ia bergegas masuk kelas, berganti peran menjadi seorang pelajar yang tekun mengikuti pelajaran.

Bagi Khoenunisa (11), membantu neneknya bukanlah beban. Justru di sanalah ia belajar arti tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.

Di sela-sela waktu istirahat, ia kembali menghampiri neneknya, memastikan dagangan tetap rapi dan pembeli terlayani dengan baik.

Wali kelas 5 SDN 2 Kalipucang, Silviana Maya, menyampaikan, Khoenunisa dikenal sebagai anak yang santun dan tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah.

“Khoenunisa ini anaknya rajin dan sopan. Meski sebelum sekolah membantu neneknya berjualan, di kelas ia tetap fokus belajar dan tidak pernah mengeluh. Perjalanannya luar biasa untuk anak seusianya,” tutur Silviana saat di konfirmasi, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kisah Khoenunisa menjadi contoh nyata pendidikan karakter yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari.

Nilai kerja keras, kepedulian keluarga, dan rasa hormat kepada orang tua tercermin jelas dari sikapnya.

Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi keluarganya, Khoenunisa tetap memelihara mimpi seperti anak-anak lainnya.

Dukungan nenek dan lingkungan sekolah menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk terus melangkah.

Kisah Khoenunisa bukan sekadar tentang seorang anak yang membantu berjualan, melainkan potret keteguhan hati dan cinta keluarga. (Eful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Ketahanan Pangan, Orang Tua dan Pelajar SMP Negeri 6 Padaherang Tanam Jagung

13 Februari 2026 - 13:13 WIB

Digagas Disdikpora Pangandaran, SMPN 6 Padaherang Tanam Bibit Jagung

13 Februari 2026 - 10:49 WIB

Musrenbang di Kecamatan Parigi, Camat Berharap Fasilitasi Aspirasi Masyarakat

11 Februari 2026 - 15:50 WIB

Sambut Ramadan 2026, Casabadia Villas Pangandaran by Horison Luncurkan Iftar Perdana

11 Februari 2026 - 15:40 WIB

Jelang Ramadan, Manajemen Hotel Grand Palma Pangandaran by Horison Gelar Simulasi Buka Puasa

10 Februari 2026 - 18:43 WIB

Trending di Daerah