Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Bisnis

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

badge-check


					Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Generasi muda dari berbagai wilayah di Indonesia menunjukkan komitmen kuat terhadap isu perubahan iklim melalui RYCAM Short Video Contest 2025.

Kompetisi yang diinisiasi oleh Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) ini mengusung tema Youth for Climate Action: Muda, Beraksi untuk Masa Depan Iklim dan menjadi ruang partisipatif bagi pemuda untuk menyuarakan dampak perubahan iklim melalui medium video pendek.

Kompetisi ini mendapat sambutan yang sangat positif dengan total 105 peserta, terdiri dari 80 peserta dari wilayah Indonesia Barat dan 25 peserta dari wilayah Indonesia Timur.

Tingginya partisipasi itu mencerminkan meningkatnya kesadaran pemuda terhadap krisis iklim serta peran strategis mereka sebagai agen perubahan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Melalui pendekatan visual dan narasi kreatif, para peserta mengangkat beragam isu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan sampah, praktik pertanian ramah iklim, hingga aksi-aksi sederhana yang dapat dilakukan pemuda untuk menekan emisi gas rumah kaca.

Fokus isu tersebut selaras dengan sektor pertanian, kehutanan, dan peternakan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap emisi.

Project Lead Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI), Kustiwa, menyebut bahwa antusiasme peserta menunjukkan besarnya potensi pemuda, khususnya di pedesaan, dalam mendorong perubahan nyata.

“RYCAM Short Video Contest 2025 membuktikan bahwa pemuda memiliki kepedulian dan kapasitas besar untuk berbicara tentang isu iklim melalui cara yang kreatif dan membumi.”

“Video-video yang dihasilkan tidak hanya menyuarakan masalah, tetapi juga menghadirkan harapan dan solusi nyata dari tingkat lokal,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Hal senada disampaikan oleh Tandu Ramba, Project Lead Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM) Toraja.

Menurutnya, kompetisi ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang aksi bagi generasi muda.

“Melalui kompetisi ini, pemuda diajak memahami perubahan iklim dari konteks kehidupan mereka sendiri. Dengan pendekatan visual dan cerita yang kuat, pesan iklim diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas dan mendorong aksi kolektif yang berkelanjutan,” kata Tandu.

Berdasarkan proses penjurian independen dan tertutup oleh dewan juri yang terdiri dari videografer profesional, influencer media sosial, serta tim internal RYCAM, terpilih para pemenang utama RYCAM Short Video Contest 2025.

Untuk wilayah Indonesia Timur, pemenang utama diraih oleh:

Akbar Fernando Ndabung yaitu, Pilah dan Olah Supaya Climate Change Tidak Semakin Parah.

Anugra Putri Ramdani yaitu, Ketika Iklim Mengubah Pangan: Saatnya Generasi Muda Bergerak.

Muh. Sabir yaitu, Dari Sampah Makanan Menuju Pahlawan Iklim.

Sementara itu, dari wilayah Indonesia Barat, pemenang utama diraih oleh Yahya Nur Rohman dengan Petani Muda Beraksi Lewat Langkah Kecil Lawan Perubahan Iklim.

Ultra Green Team dengan Generasi Muda untuk Pertanian dan Iklim. Arya Seta Yudayana dengan Menanam Harapan di Langit Jakarta.

Selain pemenang utama, RYCAM juga memberikan apresiasi melalui kategori Best Visual, Best Narrative, dan Best Concept.

Untuk wilayah Timur, Best Visual diraih M. Faqih Azmi Risay (Bumi Bukan Keranjang Sampah Raksasa), Best Narrative oleh Deyucreative (Sampah, Polusi, Solusi), dan Best Concept oleh Angel, Lian, dan Ina (Mengapa Aku Kembali ke Tanah).

Di wilayah Barat, Best Visual diraih Ihsan & Fahri (Satu Langkah Kecil), Best Narrative oleh Tim Rawid (Pertanian Organik: Praktik Baik untuk Solusi Perubahan Iklim), serta Best Concept oleh Aditia Pratama (Asap yang Tak Kami Nyalakan).

RYCAM juga menetapkan pemenang favorit berdasarkan jumlah likes terbanyak di unggahan Reels Instagram.

Dari wilayah Timur, pemenang favorit adalah Rifki Amanda (Sistem yang Rusak), Sitti Nurhalissa & Andi Israel (Beradaptasi pada Perubahan Iklim bagi Petani Kecil), serta Gaung Tapa Wisyah (Aksi untuk Iklim: Dongeng Keliling Desa Kenal Iklim, Jaga Bumi).

Adapun dari wilayah Barat, pemenang favorit diraih oleh Duo Cangkul (Akankah Tanah Kelahiran Kalah oleh Perubahan Iklim), BnCinema (Dari Tunas ke Harapan), dan Muti’ah Nuha Mumtazah (Menjaga Tanaman di Tengah Perubahan Iklim).

Seluruh karya pemenang dapat diakses melalui akun Instagram resmi @rycam.id.

Para pemenang akan menerima sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memperkuat gerakan aksi iklim pemuda.

Lebih dari sekadar kompetisi, RYCAM Short Video Contest 2025 menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran dan gerakan pemuda yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya di wilayah pedesaan.

Melalui ide, kreativitas, dan aksi nyata, generasi muda diharapkan semakin berani mengambil peran dalam mendorong praktik ramah iklim dan memperkuat ketahanan pangan di masa depan.

Informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan RYCAM dapat diakses melalui laman resmi dan media sosial rycam.id. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah