Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

badge-check


					ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Direktorat Perlindungan Sosial Non Kebencanaan (Dit. PSNK) Kementerian Sosial RI yang bertugas sebagai Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH), bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dari Direktorat Pemberdayaan Sosial (Dit. Dayasos), se-Kabupaten Pangandaran, mendorong digitalisasi pelayanan perlindungan sosial melalui pendaftaran Agen Perlinsos.

Kegiatan itu dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran.

Salah satu persyaratan utama untuk menjadi Agen Perlinsos adalah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Langkah ini menjadi bagian dari sinergitas ASN Kementerian Sosial di Kabupaten Pangandaran dalam memperkuat transformasi digital pelayanan publik sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan layanan perlindungan serta jaminan sosial.

Ketua Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Kabupaten Pangandaran, Ina Nuraeni, mengatakan literasi digital masyarakat di wilayah tersebut masih perlu diperkuat.

Di sisi lain, masih terdapat warga yang belum masuk dalam daftar penerima bantuan sosial atau yang kerap disebut invisible people.

Menurut Ina, kondisi itu membuat peran Pendamping Sosial PKH dan TKSK menjadi penting, terutama dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta membantu masyarakat memperoleh informasi mengenai layanan perlindungan sosial.

“Masih banyak masyarakat di Pangandaran yang kurang memahami literasi digital. Selain itu, masih banyak warga yang belum masuk dalam daftar penerima bansos atau invisible people,” ujar Ina, Kamis (17/9/2026).

Melalui Agen Perlinsos, masyarakat dapat memperoleh akses untuk mengusulkan maupun menyanggah data bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan program bantuan sosial lainnya.

Proses pendaftaran Agen Perlinsos disebut tidak dipungut biaya. Masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mendaftar dengan memiliki IKD.

Digitalisasi tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pemutakhiran dan pengawasan data penerima manfaat sehingga penyaluran bantuan sosial dapat semakin sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan kepesertaan bantuan sosial secara mandiri melalui portal Perlinsos Kementerian Sosial.

Portal Perlinsos: https://agent-perlinsos.kemensos.go.id/login

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah