Menu

Mode Gelap
Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan

Daerah

Kemarau Panjang, Ratusan Warga dan Pemerintah di Padaherang Pangandaran Gelar Sholat Istisqa

badge-check


					Kemarau Panjang, Ratusan Warga dan Pemerintah di Padaherang Pangandaran Gelar Sholat Istisqa Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kekeringan akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kesulitan mendapatkan air bersih, tanaman mengering hingga kebakaran lahan menjadi dampak yang dirasakan warga.

Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga bersama unsur pemerintah Kecamatan Padaherang menggelar sholat Istisqa dan doa bersama di Lapang Surawangsa, Kecamatan Padaherang, Senin (14/9/2026) siang.

Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar melalui pendekatan religius untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut berakhir.

Camat Padaherang Agus Gumilar, S.Sos., M.Si. mengatakan, kegiatan sholat Istisqa ini melibatkan masyarakat dan sejumlah unsur terkait.

Warga perwakilan dari tiga desa juga turut hadir, yakni Desa Kedungwuluh, Desa Padaherang, dan Desa Karangpawitan.

“Kami sudah berikhtiar bagaimana caranya supaya keluhan masyarakat bisa teratasi. Secara fisik, kami menyalurkan bantuan air bersih dengan sumber dari PMI, BBWS, dan BPBD,” ungkapnya.

Selain penanganan secara fisik melalui distribusi air bersih, pemerintah bersama stakeholder mengambil langkah lain melalui pendekatan keagamaan dengan melaksanakan sholat Istisqa.

“Sholat Istisqa ini kami laksanakan sebagai jalan lain dengan pendekatan religius. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan dan hujan segera turun,” kata Agus.

Agus menjelaskan, kemarau panjang sudah memberikan dampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di Kecamatan Padaherang.

Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi kekeringan pun menyebabkan sejumlah tanaman mati. Beberapa titik mata air, termasuk aliran sungai, mengalami penurunan debit bahkan mengering.

Tak hanya persoalan air bersih, kondisi lahan dan tanaman yang mengering turut meningkatkan risiko kebakaran.

Sejumlah wilayah desa dilaporkan mengalami bencana kebakaran di area perkebunan.

“Warga di wilayah Kecamatan Padaherang sudah merasakan dampak dari lamanya musim kemarau. Tentu berdampak sekali terhadap masyarakat, terutama di beberapa desa yang sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih,” paparnya.

Ia berharap, ikhtiar ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan turunnya hujan.

“Kami hari ini bekerja sama dengan semua stakeholder untuk melaksanakan sholat Istisqa. Semoga Allah SWT memberikan kelimpahan hujan dan kondisi kekeringan ini segera berakhir,” ungkap Agus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratusan Pramuka Bersihkan Sampah di Sungai Pangandaran, Popok hingga Botol Plastik Diangkut ke TPA

11 September 2026 - 10:44 WIB

Penyegaran di Tubuh Polres Pangandaran, Wakapolres dan Kasatreskrim Berganti, Sejumlah Personel Demosi

9 September 2026 - 09:04 WIB

Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran

8 September 2026 - 10:35 WIB

Polemik Suplai SPPG Sindangwangi Berakhir Islah, Yayasan dan Karang Taruna Sepakat Berdayakan Warga Lokal

7 September 2026 - 17:24 WIB

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah