Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Kemarau Panjang, Ratusan Warga dan Pemerintah di Padaherang Pangandaran Gelar Sholat Istisqa

badge-check


					Kemarau Panjang, Ratusan Warga dan Pemerintah di Padaherang Pangandaran Gelar Sholat Istisqa Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kekeringan akibat musim kemarau panjang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kesulitan mendapatkan air bersih, tanaman mengering hingga kebakaran lahan menjadi dampak yang dirasakan warga.

Di tengah kondisi tersebut, ratusan warga bersama unsur pemerintah Kecamatan Padaherang menggelar sholat Istisqa dan doa bersama di Lapang Surawangsa, Kecamatan Padaherang, Senin (14/9/2026) siang.

Sholat Istisqa digelar sebagai ikhtiar melalui pendekatan religius untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan kekeringan yang melanda wilayah tersebut berakhir.

Camat Padaherang Agus Gumilar, S.Sos., M.Si. mengatakan, kegiatan sholat Istisqa ini melibatkan masyarakat dan sejumlah unsur terkait.

Warga perwakilan dari tiga desa juga turut hadir, yakni Desa Kedungwuluh, Desa Padaherang, dan Desa Karangpawitan.

“Kami sudah berikhtiar bagaimana caranya supaya keluhan masyarakat bisa teratasi. Secara fisik, kami menyalurkan bantuan air bersih dengan sumber dari PMI, BBWS, dan BPBD,” ungkapnya.

Selain penanganan secara fisik melalui distribusi air bersih, pemerintah bersama stakeholder mengambil langkah lain melalui pendekatan keagamaan dengan melaksanakan sholat Istisqa.

“Sholat Istisqa ini kami laksanakan sebagai jalan lain dengan pendekatan religius. Mudah-mudahan doa kita dikabulkan dan hujan segera turun,” kata Agus.

Agus menjelaskan, kemarau panjang sudah memberikan dampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat di Kecamatan Padaherang.

Sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi kekeringan pun menyebabkan sejumlah tanaman mati. Beberapa titik mata air, termasuk aliran sungai, mengalami penurunan debit bahkan mengering.

Tak hanya persoalan air bersih, kondisi lahan dan tanaman yang mengering turut meningkatkan risiko kebakaran.

Sejumlah wilayah desa dilaporkan mengalami bencana kebakaran di area perkebunan.

“Warga di wilayah Kecamatan Padaherang sudah merasakan dampak dari lamanya musim kemarau. Tentu berdampak sekali terhadap masyarakat, terutama di beberapa desa yang sudah merasakan sulitnya mendapatkan air bersih,” paparnya.

Ia berharap, ikhtiar ini dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi jalan turunnya hujan.

“Kami hari ini bekerja sama dengan semua stakeholder untuk melaksanakan sholat Istisqa. Semoga Allah SWT memberikan kelimpahan hujan dan kondisi kekeringan ini segera berakhir,” ungkap Agus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah