Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

badge-check


					Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran menyoroti sejumlah isu sensitif di bidang keagamaan yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Persoalan itu menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang digelar bertepatan dengan Milad ke-51 MUI di hotel Grand Palma Pangandaran By Horison, Senin (27/7/2026)

Ketua IV MUI Kabupaten Pangandaran, Herdianto, mengatakan MUI saat ini sedang mencermati persoalan yang berkaitan dengan satu organisasi Islam di Kabupaten Pangandaran.

Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan secara rinci karena proses identifikasi masih berlangsung.

“Dalam Muskerda ini kami membahas sejumlah persoalan sensitif, terutama yang berkaitan dengan keagamaan (satu organisasi) Islam di Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Menurutnya, MUI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak terkait lain untuk menjaga kondusivitas serta mencegah munculnya gesekan di tengah masyarakat.

Ia mengakui, sebagai daerah tujuan wisata, Pangandaran tidak terlepas dari pengaruh budaya luar yang berpotensi memunculkan dinamika di bidang keagamaan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pangandaran identik dengan kawasan wisata sehingga banyak budaya luar yang masuk. Namun kami terus berupaya agar kerukunan masyarakat tetap terjaga,” kata Herdianto.

Herdianto menjelaskan, langkah yang ditempuh MUI saat ini adalah melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar.

“Saat ini memang ada kabar yang meresahkan masyarakat terkait bidang keagamaan. Namun kami belum bisa menyebutkan karena masih dalam tahap identifikasi,” tegasnya.

MUI pun sudah mengumpulkan sejumlah informasi, tapi hingga kini belum ditemukan bukti yang dapat memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Kami sudah menghimpun beberapa informasi, namun buktinya belum ada. Karena itu kami mengedepankan kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru,” paparnya.

MUI akan terus mengambil posisi sebagai penengah dan berupaya menyelesaikan setiap persoalan secara bijak demi menjaga persatuan umat.

“Kami akan terus membentengi masyarakat dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, sekaligus menjaga agar kehidupan beragama di Kabupaten Pangandaran tetap aman, damai, dan rukun,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Trending di Daerah