Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

badge-check


					Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran menyoroti sejumlah isu sensitif di bidang keagamaan yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Persoalan itu menjadi salah satu agenda pembahasan dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) yang digelar bertepatan dengan Milad ke-51 MUI di hotel Grand Palma Pangandaran By Horison, Senin (27/7/2026)

Ketua IV MUI Kabupaten Pangandaran, Herdianto, mengatakan MUI saat ini sedang mencermati persoalan yang berkaitan dengan satu organisasi Islam di Kabupaten Pangandaran.

Namun, pihaknya belum dapat mengungkapkan secara rinci karena proses identifikasi masih berlangsung.

“Dalam Muskerda ini kami membahas sejumlah persoalan sensitif, terutama yang berkaitan dengan keagamaan (satu organisasi) Islam di Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Menurutnya, MUI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pihak terkait lain untuk menjaga kondusivitas serta mencegah munculnya gesekan di tengah masyarakat.

Ia mengakui, sebagai daerah tujuan wisata, Pangandaran tidak terlepas dari pengaruh budaya luar yang berpotensi memunculkan dinamika di bidang keagamaan.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pangandaran identik dengan kawasan wisata sehingga banyak budaya luar yang masuk. Namun kami terus berupaya agar kerukunan masyarakat tetap terjaga,” kata Herdianto.

Herdianto menjelaskan, langkah yang ditempuh MUI saat ini adalah melakukan identifikasi langsung di lapangan untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang beredar.

“Saat ini memang ada kabar yang meresahkan masyarakat terkait bidang keagamaan. Namun kami belum bisa menyebutkan karena masih dalam tahap identifikasi,” tegasnya.

MUI pun sudah mengumpulkan sejumlah informasi, tapi hingga kini belum ditemukan bukti yang dapat memastikan kebenaran kabar tersebut.

“Kami sudah menghimpun beberapa informasi, namun buktinya belum ada. Karena itu kami mengedepankan kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan baru,” paparnya.

MUI akan terus mengambil posisi sebagai penengah dan berupaya menyelesaikan setiap persoalan secara bijak demi menjaga persatuan umat.

“Kami akan terus membentengi masyarakat dari hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, sekaligus menjaga agar kehidupan beragama di Kabupaten Pangandaran tetap aman, damai, dan rukun,” tegasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Musim Kemarau Panjang, Warga Padaherang Pangandaran Pasang Papan Peringatan Cegah Kebakaran

10 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Kemeriahan Kapolsek Padaherang Cup di Pangandaran, Perkuat Silaturahmi Dua Kecamatan

9 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Kapolres Banjar Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga

5 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

5 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Trending di Daerah