Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

DPRD Pangandaran Soroti Dugaan Keuntungan dalam Menu MBG, Minta Masyarakat Berani Speak Up

badge-check


					DPRD Pangandaran Soroti Dugaan Keuntungan dalam Menu MBG, Minta Masyarakat Berani Speak Up Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pangandaran menyoroti dugaan pengambilan keuntungan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sejumlah penerima manfaat dikabarkan mengeluhkan porsi menu yang diterima dan kualitas yang dianggap tidak layak.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pangandaran, Hesti Mulyati, mengatakan pihaknya telah menerima berbagai aduan masyarakat terkait menu MBG.

Aduan itu, sudah disampaikan kepada pimpinan komisi untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada dapur yang masih mencari keuntungan dari menu MBG, pasti kita tidak tinggal diam,” ungkapnya, Sabtu (28/2/2026).

Anggota dewan dari partai PDI Perjuangan itu juga mendorong masyarakat penerima manfaat agar berani menyampaikan keluhan secara terbuka.

Menurutnya, pengawasan program tidak bisa hanya mengandalkan legislatif tapi juga membutuhkan partisipasi publik.

“Saya harap masyarakat mau speak up, jangan takut. Kalau misalkan diteror oleh pihak SPPG, masyarakat jangan takut. Karena ini masalah kita bersama,” katanya.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku, lanjut Ia, anggaran MBG per porsi itu sudah ditetapkan secara rinci.

Untuk alokasi Rp 15 ribu per porsi besar, rinciannya terdiri atas Rp 2 ribu untuk sewa tempat, Rp 3 ribu operasional, dan Rp 10 ribu untuk menu makanan.

Sementara, porsi kecil dengan anggaran Rp 13 ribu, komposisinya adalah Rp 8 ribu untuk menu MBG, Rp 3 ribu operasional, dan Rp 2 ribu untuk sewa tempat.

Namun dengan melihat harga bahan makanan di pasaran, terutama komponen seperti susu kemasan kecil yang berkisar Rp 2.800 hingga Rp 3.000 per pcs di satu minimarket, biaya riil penyusunan satu paket menu dinilai tidak sampai menyentuh pagu maksimal yang sudah ditetapkan.

“Dalam satu porsi MBG itu paling bisa dihargakan Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu. Artinya, ada potensi keuntungan sekitar Rp 3 ribu sampai Rp 4 ribu per porsi,” ucap Hesti.

Hesti kemudian memproyeksikan potensi keuntungan tersebut jika dikalikan dengan jumlah penerima manfaat.

Jika satu SPPG mendistribusikan MBG kepada 2.500 penerima manfaat per hari, maka dengan asumsi keuntungan Rp 4 ribu per porsi, potensi keuntungan bisa mencapai Rp10 juta per hari.

Kemudian jika distribusi dilakukan selama 24 hari dalam sebulan, maka potensi keuntungan dari satu SPPG saja bisa menembus Rp 240 juta per bulan.

“Angkanya fantastis. Ini yang harus kita kawal bersama agar program benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan,” kata Hesti. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah