Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

badge-check


					Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Menjawab tantangan era digital terhadap tumbuh kembang anak, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran bersama DKM Al-Ikhlas meluncurkan program edukatif bertajuk ULAS (Ulin Anak Syariah) di Dusun Pasirtenjo, Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Program tersebut digelar untuk mengisi masa liburan sekolah yang berlangsung pada 29 Juni hingga 5 Juli 2026 dengan kegiatan yang menekankan penguatan karakter, aktivitas sosial, dan pembiasaan nilai religius.

Bendahara Umum Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran, Ust. Abdul Muiz Ali Mubarok atau yang akrab disapa Ust. Amam, mengatakan program ULAS dirancang sebagai langkah preventif untuk mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gawai sekaligus mencegah kebiasaan berkendara motor di bawah umur.

“Kegiatan liburan panjang anak sekolah ini kami gagas sebagai langkah antisipasi agar anak-anak terhindar dari kecanduan gadget dan kebiasaan berkendara motor di bawah umur yang sangat berbahaya,” ujar Ust. Amam, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sistem pendampingan dan pengawasan penuh dari panitia selama program berlangsung.

“Selama program berlangsung, anak-anak dipantau dan diawasi penuh oleh panitia selama 24 jam. Kami ingin memberikan pengalaman liburan yang bermanfaat melalui pengenalan berbagai permainan tradisional, mulai dari gatrik, berenang di sungai, pecle, sapintrong, hingga permainan congklak,” katanya.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik dan sosial, program ULAS juga memasukkan pembiasaan ibadah sebagai bagian utama pembentukan karakter peserta.

Anak-anak dibimbing untuk menjalankan rutinitas ibadah wajib maupun sunnah secara disiplin, mulai dari salat Duha pada pagi hari, salat Tahajud, hingga mengikuti pengajian rutin setelah Subuh dan pada malam hari.

Program ini turut mendapat dukungan dari Sekolah Alam Pangandaran dan Dumay.

Melalui pendekatan yang memadukan permainan tradisional, pembiasaan ibadah, serta penguatan interaksi sosial, penyelenggara berharap ULAS dapat menjadi salah satu model pendidikan karakter bagi anak-anak di Pangandaran selama masa liburan sekolah.

Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran dan DKM Al-Ikhlas optimistis pendekatan tersebut dapat membantu membentuk generasi muda yang tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan spiritual serta tetap terhubung dengan nilai budaya lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah