Menu

Mode Gelap
Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Aplikasi Investasi, Withdraw Dana Mendadak Tak Bisa Dibuka Himpunan Mahasiswa Anggalarang Kanupayen Pangandaran Gelar Turnamen Voli Antar Pelajar KABAR DUKA, MD KAHMI Kabupaten Pangandaran Meninggal Dunia Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

Bisnis

Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA

badge-check


					Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) MBA Indonesia, Daniel John Yardeley , menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses aktivasi akun kerja dan verifikasi Know Your Customer (KYC) yang tengah berlangsung bagi para karyawan MBA di Indonesia, Selasa 10/2/2026.

Dalam keterangannya, Daniel menjelaskan bahwa batas waktu yang sebelumnya ditetapkan hampir berakhir.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1,34 juta karyawan telah berhasil mengaktifkan akun kerja mereka dan menyelesaikan proses verifikasi KYC.

Namun demikian, masih terdapat jutaan karyawan lain yang belum dapat menuntaskan proses tersebut.

Menurut laporan yang diterima dari para manajer perekrutan, sejumlah karyawan belum berhasil melakukan aktivasi karena waktu yang diberikan dinilai cukup singkat.

Sebagian karyawan disebut menghadapi keterbatasan dana untuk membayar biaya aktivasi sehingga harus meminta bantuan keluarga maupun teman sebelum bisa menyelesaikan tahapan verifikasi.

Bahwa MBA Indonesia saat ini memiliki lebih dari 3 juta karyawan online, jumlah yang sangat besar.

Pihak perusahaan MBA pun telah menyampaikan kondisi yang dihadapi para karyawan tersebut kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta mengajukan permohonan penambahan waktu, Tutur, Daniel saat penyampain di whatsapp grup MBA, Pangandaran.

“Setelah dilakukan permohonan, BSSN menyetujui untuk memberikan tambahan waktu selama 24 jam kepada kantor cabang MBA di Indonesia agar seluruh karyawan dapat menyelesaikan proses verifikasi KYC,” ujarnya.

Perusahaan, lanjut Daniel, memahami bahwa mayoritas karyawannya berasal dari lapisan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan stabil.

Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan dukungan para karyawan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan pesanan yang ada.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan data siber. Dalam ekosistem bisnis digital yang berkembang pesat, keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap keamanan ekonomi negara, ketertiban sosial, serta kepercayaan publik.

Daniel mengimbau para karyawan yang belum mengaktifkan akun agar segera memanfaatkan tambahan waktu 24 jam yang telah diberikan.

“Saya berharap semua pihak dapat menggunakan kesempatan terakhir ini untuk menyelesaikan aktivasi akun dan verifikasi KYC, sehingga kita dapat terus bekerja di MBA dan bersama-sama menjaga stabilitas lingkungan siber negara,” kata Daniel.

Bahwa terkait berbagai persoalan yang belakangan dihadapi karyawan, pihaknya akan memberikan penjelasan secara bertahap agar seluruh informasi dapat diterima dengan jelas. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Ramadan, Manajemen Hotel Grand Palma Pangandaran by Horison Gelar Simulasi Buka Puasa

10 Februari 2026 - 18:43 WIB

Perkuat Sinergitas Kamtibmas, Kapolres Banjar Sambangi Ponpes dan Ormas Islam

10 Februari 2026 - 16:31 WIB

Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Aplikasi Investasi, Withdraw Dana Mendadak Tak Bisa Dibuka

9 Februari 2026 - 19:21 WIB

Dukung Program Presiden, Karang Taruna Kelola Limbah SPPG Sindangwangi

7 Februari 2026 - 17:02 WIB

Sambut Ramadan, Grand Palma Pangandaran Tawarkan Undian Umrah hingga Iftar Bertema Mediterania

7 Februari 2026 - 00:09 WIB

Trending di Daerah