Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Bisnis

Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Aplikasi Investasi, Withdraw Dana Mendadak Tak Bisa Dibuka

badge-check


					Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Aplikasi Investasi, Withdraw Dana Mendadak Tak Bisa Dibuka Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ribuan warga Kabupaten Pangandaran, mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok aplikasi MBAstack Limited Company investasi berbasis perhotelan.

Masalah mencuat setelah ribuan anggotanya tidak dapat melakukan withdraw, dana karena aplikasi tiba-tiba tidak bisa diakses alias notworking, Senin 9 Febuari 2026.

Salah satu korban MBA Astack Limitede Companny Dede Kuswana (54) mengatakan, sebelumnya pihak aplikasi menjadwalkan proses withdraw, dana setiap hari mulai pukul 09.30 WIB pagi hingga 17.30 WIB.

Namun saat para anggotanya hendak mencairkan saldo pada hari ini, aplikasi tersebut justru tidak dapat dibuka.

“Harusnya hari ini bisa penarikan, jadwalnya jam 09.30 WIB. sampai 17.30 WIB. Tetapi kenyataannya aplikasinya tidak bisa dibuka,” ujar Dede (54) saat di wawancarai oleh beberapa media, Seni 9/2/2026 sore

Akibat kejadian tersebut, para anggota sepakat untuk mengadukan persoalan ini kepada pihak kepolisian.

Dede menyebutkan, jumlah anggotanya dari saya juga sudah 84 orang apalagi kalau di jumlahkan di keselurahannya sekitar mencapai ribuan orang.

“Nilai dana yang di Depositkan pun bervariasi, mulai dari 13 juta rupiah bahkan samapai 100 juta,” Katanya.

Dalam aplikasi tersebut, anggota hanya diminta melakukan tugas sederhana berupa mengonfirmasi atau mengklik foto-foto hotel yang muncul di layar.

Setelah tugas selesai, sistem langsung menampilkan upah yang masuk ke saldo akunnya.

“Kerjanya cuma klik konfirmasi foto hotel. Setelah itu ada upahnya. Karena kelihatannya gampang dan bisa menambah penghasilan, banyak yang tertarik dan siapa yang tidak mau sih….investasi yang begitu gampang,” ucapnya.

Selain menjanjikan keuntungan harian, aplikasi MBA itu juga menawarkan jenjang jabatan dengan iming-iming gaji bulanan sekitar 1 juta bagi orang baru. Hal itu semakin membuat masyarakat percaya untuk ikut bergabung.

Dede, mengaku semakin yakin karena yang mengajak bergabung bukan orang sembarangan.

Disebutkan ada sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD, hingga orang yang dikenal memiliki kedekatan dengan aparatur negara.

“Karena banyak yang ikut, termasuk yang kami kenal, jadi kami percaya,” tuturnya.

Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan membantu mengusut keberadaan pengelola aplikasi MBA agar dana para korban bisa withdraw. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah