Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Bisnis

Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA

badge-check


					Ribuan Warga di Pangandaran Diduga Jadi Korban Investasi Bodong, Ini Klarifikasi MBA Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kepala Sumber Daya Manusia (SDM) MBA Indonesia, Daniel John Yardeley , menyampaikan perkembangan terbaru mengenai proses aktivasi akun kerja dan verifikasi Know Your Customer (KYC) yang tengah berlangsung bagi para karyawan MBA di Indonesia, Selasa 10/2/2026.

Dalam keterangannya, Daniel menjelaskan bahwa batas waktu yang sebelumnya ditetapkan hampir berakhir.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 1,34 juta karyawan telah berhasil mengaktifkan akun kerja mereka dan menyelesaikan proses verifikasi KYC.

Namun demikian, masih terdapat jutaan karyawan lain yang belum dapat menuntaskan proses tersebut.

Menurut laporan yang diterima dari para manajer perekrutan, sejumlah karyawan belum berhasil melakukan aktivasi karena waktu yang diberikan dinilai cukup singkat.

Sebagian karyawan disebut menghadapi keterbatasan dana untuk membayar biaya aktivasi sehingga harus meminta bantuan keluarga maupun teman sebelum bisa menyelesaikan tahapan verifikasi.

Bahwa MBA Indonesia saat ini memiliki lebih dari 3 juta karyawan online, jumlah yang sangat besar.

Pihak perusahaan MBA pun telah menyampaikan kondisi yang dihadapi para karyawan tersebut kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta mengajukan permohonan penambahan waktu, Tutur, Daniel saat penyampain di whatsapp grup MBA, Pangandaran.

“Setelah dilakukan permohonan, BSSN menyetujui untuk memberikan tambahan waktu selama 24 jam kepada kantor cabang MBA di Indonesia agar seluruh karyawan dapat menyelesaikan proses verifikasi KYC,” ujarnya.

Perusahaan, lanjut Daniel, memahami bahwa mayoritas karyawannya berasal dari lapisan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan stabil.

Di sisi lain, perusahaan juga membutuhkan dukungan para karyawan untuk menyelesaikan berbagai tugas dan pesanan yang ada.

Ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan data siber. Dalam ekosistem bisnis digital yang berkembang pesat, keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan operasional perusahaan, tetapi juga berdampak langsung terhadap keamanan ekonomi negara, ketertiban sosial, serta kepercayaan publik.

Daniel mengimbau para karyawan yang belum mengaktifkan akun agar segera memanfaatkan tambahan waktu 24 jam yang telah diberikan.

“Saya berharap semua pihak dapat menggunakan kesempatan terakhir ini untuk menyelesaikan aktivasi akun dan verifikasi KYC, sehingga kita dapat terus bekerja di MBA dan bersama-sama menjaga stabilitas lingkungan siber negara,” kata Daniel.

Bahwa terkait berbagai persoalan yang belakangan dihadapi karyawan, pihaknya akan memberikan penjelasan secara bertahap agar seluruh informasi dapat diterima dengan jelas. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah