Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

badge-check


					Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jabar menuai polemik.

Sejumlah warga menyayangkan menu yang dibagikan selama Ramadan 2026 karena dinilai tidak sesuai harapan dan jauh dari standar gizi yang layak.

Polemik mencuat setelah beredarnya video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, terutama Facebook dan grup WhatsApp.

Dalam satu video yang beredar, seorang pria memperlihatkan paket MBG berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang dibungkus plastik kecil.

Unggahan lain menunjukkan menu serupa berupa telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan plastik sederhana.

Sementara itu, paket yang disebut diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil.

Tak hanya itu, ada pula paket MBG yang disebut hanya terdiri dari susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, dan satu buah belimbing.

Beragamnya menu tersebut memicu keluhan warganet.

Sejumlah akun Facebook menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan program tersebut.

“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).

Komentar bernada lebih keras juga bermunculan. Ada warganet yang menduga program MBG menjadi celah praktik korupsi.

“Maling berkedok gizi,” tulis akun lainnya. Sementara akun berbeda menambahkan, “Semakin ngaco MBG ya.”

Sejumlah warga mempertanyakan apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar kecukupan gizi atau tidak.

Terutama, selain para pelajar, program MBG ini ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Terkait polemik tersebut, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun Koordinator MBG di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah