Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

badge-check


					Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pangandaran, Jabar menuai polemik.

Sejumlah warga menyayangkan menu yang dibagikan selama Ramadan 2026 karena dinilai tidak sesuai harapan dan jauh dari standar gizi yang layak.

Polemik mencuat setelah beredarnya video dan tangkapan layar percakapan di media sosial, terutama Facebook dan grup WhatsApp.

Dalam satu video yang beredar, seorang pria memperlihatkan paket MBG berisi telur rebus, roti, serta tiga butir kurma yang dibungkus plastik kecil.

Unggahan lain menunjukkan menu serupa berupa telur rebus, roti, dan kacang tanah dalam kemasan plastik sederhana.

Sementara itu, paket yang disebut diperuntukkan bagi ibu hamil dan ibu menyusui dilaporkan hanya berisi satu buah jeruk, roti, dan kue kecil.

Tak hanya itu, ada pula paket MBG yang disebut hanya terdiri dari susu kemasan kecil, kacang tanah sangrai, dan satu buah belimbing.

Beragamnya menu tersebut memicu keluhan warganet.

Sejumlah akun Facebook menyampaikan kekecewaan dan mempertanyakan kualitas serta kelayakan program tersebut.

“(Menu MBG) makin parah,” tulis akun bernama Yuyun dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).

Komentar bernada lebih keras juga bermunculan. Ada warganet yang menduga program MBG menjadi celah praktik korupsi.

“Maling berkedok gizi,” tulis akun lainnya. Sementara akun berbeda menambahkan, “Semakin ngaco MBG ya.”

Sejumlah warga mempertanyakan apakah menu yang dibagikan sudah memenuhi standar kecukupan gizi atau tidak.

Terutama, selain para pelajar, program MBG ini ditujukan bagi kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Terkait polemik tersebut, belum ada keterangan resmi dari Badan Gizi Nasional maupun Koordinator MBG di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah