Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Upaya Penurunkan Angka Stunting, Polres Banjar Gelar Rakor bersama IDI, Dinkes, serta Stakeholder

badge-check


					Upaya Penurunkan Angka Stunting, Polres Banjar Gelar Rakor bersama IDI, Dinkes, serta Stakeholder Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kapolres Banjar AKBP Danny Yulianto melalui Wakapolres Banjar Kompol Dani Prasetya menggelar rapat koordinasi (rakor) penyamaan persepsi dalam menurunkan angka stunting di Kota Banjar. (14/05/2024)

Rakor yang digelar di Aula Vicon Mapolred Banjar tersebut membahas dan memaparkan kondisi terkini stunting di Kota Banjar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kadinkes Kota Banjar H. Saifuddin, A.KS., M.Kes., Ketua IDI Kota Banjar dr. Fuad Hanif, Sp.S.M.Kes., Kadis Sosial dan Pemberdayaan Kota Banjar Hani SupartiniI, A.Ks.,M.Si., Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjar Ismawati, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Banjar Ramdan.

Lalu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjar, Krisdianto, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar Dede Kusumawati.

Terkait hal tersebut Kapolres Banjar melalui Wakapolres Banjar mengatakan kegiatan tersebut pemetaan lokasi dan wilayah yang dianggap masih banyak angka stuntingnya, serta menyampaikam rencana kegiatan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Banjar.

“Kegiatab ini juga menindaklanjuti MUO antara Polda Jabar dan IDI Provinsi Jawa Barat dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah hukum Polda Jabar termasuk di wilayah Polres Banjar,” Ucap Wakapolres Banjar.

Sementara itu Kadinkes Kota Banjar menyampaikan Alur penanganan stunting dilakukan dari Posyandu ke Puskesmas. Kemudian dilakukan validasi pengukuran TB,BB,LILA dan apabila diperlukan tindakan lebih lanjut maka dirujuk ke Rumah Sakit untuk ditangani oleh dokter spesialis Anak.

Ketua Idi menyampaikan Metode yang digunakan yaitu Deteksi dan Intervensi, perlunya sosialisasi oleh dokter kandungan dan dokter anak, perlunya sosialisasi kepada calon pengantin.

“Deteksi dini sejak dalam kandungan melalui pemeriksaan USG apabila ditemukan kasus Resiko stunting agar segera dilakukan rujukan ke Rumah Sakit,” Ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah