Menu

Mode Gelap
Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG

Daerah

Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup

badge-check


					Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup Perbesar

Pangandaran,LENSAPriangan – Dengan kondisi daging telapak kaki kirinya terkelupas akibat kecelakaan, Ian Wastian warga Rt 05/03 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) harus kerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

“Walaupun luka saya belum sembuh, tapi hidup ini butuh biaya, mau bagaimna lagi, saya harus tetap bekerja untuk keluarga mencari nafkah,” kata ian ditemui saat sedang mengupas kelapa milik tetangganya Minggu, (5/12/2025).

 

Ia menceritakan tentang lukanya tersebut, kala itu dia sedang mengangkut kayu menggunakan mobil berjenis hardtop. Ironisnya, mobil yang dia tunggangi mengalami kecelakaan di wilayah Cigugur Pangandaran pada Juni 2023 lalu.

 

“Ketika di belokan, setirnya tidak bisa dikendalikan, akhirnya mobil terbalik menyender di sisa pohon bekas ditebang. Kaki kiri nyangkut ke besi tralis, daging telapak kaki terkelupas sampai tulangnya kelihatan,” ungkapnya.

 

Meski kejadian sudah setahun lalu, namun lukanya tak kunjung sembuh hingga saat ini. Padahal ia sudah berobat Puskesmas dan ke Rumah Sakit.

“Sebenarnya bekerjapun tidak nyaman, karena kaki saya tidak bisa menapak ke tanah takut lukanya kena sesuatu nanti sakitnya tambah parah,” katanya.

Untuk menyambung hidup, dia bekerja mengupas kelapa milik tetangga dan bekerja kasar lainya. Sementara penghasilnya itu tak menentu.

 

“Kalau lagi ada kelapanya kadang dapat Rp 50 ribu. Lumayan walaupun penghasilannya tidak seberapa tapi bisa untuk menyambung hidup saya bersama keluarga,” ucapnya.

Kondisi ian menjadi perhatian semua pihak, dia berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah atau orang yang dermawan untuk biaya hidup, sehingga saya bisa istirahat di rumah untuk menyembuhkan lukanya. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Afnalink Perkuat Legalitas Mitra ISP dan Tertibkan Infrastruktur Jaringan di Pangandaran

20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Polres Banjar Gerakkan Petani Tanam 200 Kg Bawang Putih

19 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

19 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut

14 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Trending di Daerah