Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup

badge-check


					Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup Perbesar

Pangandaran,LENSAPriangan – Dengan kondisi daging telapak kaki kirinya terkelupas akibat kecelakaan, Ian Wastian warga Rt 05/03 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) harus kerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

“Walaupun luka saya belum sembuh, tapi hidup ini butuh biaya, mau bagaimna lagi, saya harus tetap bekerja untuk keluarga mencari nafkah,” kata ian ditemui saat sedang mengupas kelapa milik tetangganya Minggu, (5/12/2025).

 

Ia menceritakan tentang lukanya tersebut, kala itu dia sedang mengangkut kayu menggunakan mobil berjenis hardtop. Ironisnya, mobil yang dia tunggangi mengalami kecelakaan di wilayah Cigugur Pangandaran pada Juni 2023 lalu.

 

“Ketika di belokan, setirnya tidak bisa dikendalikan, akhirnya mobil terbalik menyender di sisa pohon bekas ditebang. Kaki kiri nyangkut ke besi tralis, daging telapak kaki terkelupas sampai tulangnya kelihatan,” ungkapnya.

 

Meski kejadian sudah setahun lalu, namun lukanya tak kunjung sembuh hingga saat ini. Padahal ia sudah berobat Puskesmas dan ke Rumah Sakit.

“Sebenarnya bekerjapun tidak nyaman, karena kaki saya tidak bisa menapak ke tanah takut lukanya kena sesuatu nanti sakitnya tambah parah,” katanya.

Untuk menyambung hidup, dia bekerja mengupas kelapa milik tetangga dan bekerja kasar lainya. Sementara penghasilnya itu tak menentu.

 

“Kalau lagi ada kelapanya kadang dapat Rp 50 ribu. Lumayan walaupun penghasilannya tidak seberapa tapi bisa untuk menyambung hidup saya bersama keluarga,” ucapnya.

Kondisi ian menjadi perhatian semua pihak, dia berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah atau orang yang dermawan untuk biaya hidup, sehingga saya bisa istirahat di rumah untuk menyembuhkan lukanya. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lama Tak Terlihat, Wakil Bupati Pangandaran Resmi Masuk PSI

26 Mei 2026 - 16:46 WIB

Sosok Yahya di Cimerak Pangandaran Sukses Usaha Tanaman Hias, Kini Tembus Pasar Jepang

26 Mei 2026 - 09:30 WIB

First Aid vs Grim Reaper, Mahasiswa Keperawatan Unpad Pangandaran Dukung Kesiapsiagaan Wisata Menjadi Pariwisata Kelas Dunia

23 Mei 2026 - 16:32 WIB

Mengenang Tragedi Mei 1998 di Rumah Perjuangan 145 Pangandaran

22 Mei 2026 - 19:05 WIB

Galian C Diduga Ilegal di Pangandaran Masih Beroperasi, Timbulkan Kerusakan Lingkungan

21 Mei 2026 - 13:40 WIB

Trending di Daerah