Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup

badge-check


					Telapak Kaki Terkelupas, Warga di Pangandaran Tetap Kerja demi Sambung Hidup Perbesar

Pangandaran,LENSAPriangan – Dengan kondisi daging telapak kaki kirinya terkelupas akibat kecelakaan, Ian Wastian warga Rt 05/03 Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) harus kerja serabutan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

“Walaupun luka saya belum sembuh, tapi hidup ini butuh biaya, mau bagaimna lagi, saya harus tetap bekerja untuk keluarga mencari nafkah,” kata ian ditemui saat sedang mengupas kelapa milik tetangganya Minggu, (5/12/2025).

 

Ia menceritakan tentang lukanya tersebut, kala itu dia sedang mengangkut kayu menggunakan mobil berjenis hardtop. Ironisnya, mobil yang dia tunggangi mengalami kecelakaan di wilayah Cigugur Pangandaran pada Juni 2023 lalu.

 

“Ketika di belokan, setirnya tidak bisa dikendalikan, akhirnya mobil terbalik menyender di sisa pohon bekas ditebang. Kaki kiri nyangkut ke besi tralis, daging telapak kaki terkelupas sampai tulangnya kelihatan,” ungkapnya.

 

Meski kejadian sudah setahun lalu, namun lukanya tak kunjung sembuh hingga saat ini. Padahal ia sudah berobat Puskesmas dan ke Rumah Sakit.

“Sebenarnya bekerjapun tidak nyaman, karena kaki saya tidak bisa menapak ke tanah takut lukanya kena sesuatu nanti sakitnya tambah parah,” katanya.

Untuk menyambung hidup, dia bekerja mengupas kelapa milik tetangga dan bekerja kasar lainya. Sementara penghasilnya itu tak menentu.

 

“Kalau lagi ada kelapanya kadang dapat Rp 50 ribu. Lumayan walaupun penghasilannya tidak seberapa tapi bisa untuk menyambung hidup saya bersama keluarga,” ucapnya.

Kondisi ian menjadi perhatian semua pihak, dia berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah atau orang yang dermawan untuk biaya hidup, sehingga saya bisa istirahat di rumah untuk menyembuhkan lukanya. (art).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah