Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Daerah

Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu

badge-check


					Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pangandaran tengah menjadi sorotan serius berbagai kalangan.

Program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto yang digadang-gadang sebagai langkah strategis meningkatkan asupan gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting nasional itu, di Pangandaran justru dinilai telah memasuki tahap lampu merah.

Di lapangan, distribusi MBG menuai sejumlah keluhan.

Mulai dari kualitas menu yang dinilai tidak layak konsumsi, ditemukannya bahan makanan yang busuk, hingga nominal anggaran yang dipertanyakan jika dikalkulasikan dengan nilai rupiah per porsi.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran publik terhadap standar mutu serta transparansi pelaksanaan program.

Sejumlah penerima manfaat memang menyatakan dukungan terhadap MBG. Namun dukungan tersebut disertai catatan tegas berupa kualitas makanan harus benar – benar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Keberhasilan program ini dinilai bukan sekadar soal niat baik dan jargon besar, melainkan konsistensi pelaksanaan serta pengawasan ketat di lapangan.

Menanggapi dinamika itu, Bendahara DPD KNPI Kabupaten Pangandaran, Indra Agustina Firmansah, menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh merupakan keharusan demi menjaga kepercayaan publik.

Ia menilai setiap masukan dan keluhan masyarakat tidak boleh berhenti pada permintaan maaf seremonial tanpa tindak lanjut nyata.

“Jangan sampai persoalan yang sama terus berulang. Evaluasi harus konkret, terbuka, dan berujung pada perbaikan sistem,” tegas Indra, saat di temui awak media, Kamis (26/2/2026) sore.

Transparansi dalam pengelolaan anggaran, proses distribusi, hingga mekanisme pengawasan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat legitimasi kebijakan tersebut.

Tanpa keterbukaan, kecurigaan publik dikhawatirkan akan terus tumbuh dan menggerus kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, MBG sejatinya memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Pelibatan petani, nelayan, serta pelaku usaha pangan lokal dapat memperkuat rantai pasok sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Pangandaran.

Namun potensi tersebut hanya akan terwujud apabila seluruh mitra atau SPPG pelaksana bekerja secara profesional serta responsif terhadap berbagai persoalan di lapangan. (Efull)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Bupati Pangandaran Disorot, Media Sosial Dinilai Lebih Banyak Pamer Gaya Hidup Ketimbang Kinerja

2 Juni 2026 - 09:59 WIB

Pastikan Rekrutmen Akpol hingga Tamtama 2026 Tanpa Jalan Pintas, Polda Jabar Tutup Celah Curang

28 Mei 2026 - 12:31 WIB

Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda 

27 Mei 2026 - 19:46 WIB

Trending di Daerah