LENSAPRIANGAN.COM – Ribuan warga Kabupaten Pangandaran, mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok aplikasi MBAstack Limited Company investasi berbasis perhotelan.
Masalah mencuat setelah ribuan anggotanya tidak dapat melakukan withdraw, dana karena aplikasi tiba-tiba tidak bisa diakses alias notworking, Senin 9 Febuari 2026.
Salah satu korban MBA Astack Limitede Companny Dede Kuswana (54) mengatakan, sebelumnya pihak aplikasi menjadwalkan proses withdraw, dana setiap hari mulai pukul 09.30 WIB pagi hingga 17.30 WIB.
Namun saat para anggotanya hendak mencairkan saldo pada hari ini, aplikasi tersebut justru tidak dapat dibuka.
“Harusnya hari ini bisa penarikan, jadwalnya jam 09.30 WIB. sampai 17.30 WIB. Tetapi kenyataannya aplikasinya tidak bisa dibuka,” ujar Dede (54) saat di wawancarai oleh beberapa media, Seni 9/2/2026 sore
Akibat kejadian tersebut, para anggota sepakat untuk mengadukan persoalan ini kepada pihak kepolisian.
Dede menyebutkan, jumlah anggotanya dari saya juga sudah 84 orang apalagi kalau di jumlahkan di keselurahannya sekitar mencapai ribuan orang.
“Nilai dana yang di Depositkan pun bervariasi, mulai dari 13 juta rupiah bahkan samapai 100 juta,” Katanya.
Dalam aplikasi tersebut, anggota hanya diminta melakukan tugas sederhana berupa mengonfirmasi atau mengklik foto-foto hotel yang muncul di layar.
Setelah tugas selesai, sistem langsung menampilkan upah yang masuk ke saldo akunnya.
“Kerjanya cuma klik konfirmasi foto hotel. Setelah itu ada upahnya. Karena kelihatannya gampang dan bisa menambah penghasilan, banyak yang tertarik dan siapa yang tidak mau sih….investasi yang begitu gampang,” ucapnya.
Selain menjanjikan keuntungan harian, aplikasi MBA itu juga menawarkan jenjang jabatan dengan iming-iming gaji bulanan sekitar 1 juta bagi orang baru. Hal itu semakin membuat masyarakat percaya untuk ikut bergabung.
Dede, mengaku semakin yakin karena yang mengajak bergabung bukan orang sembarangan.
Disebutkan ada sejumlah tokoh masyarakat, anggota DPRD, hingga orang yang dikenal memiliki kedekatan dengan aparatur negara.
“Karena banyak yang ikut, termasuk yang kami kenal, jadi kami percaya,” tuturnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut dan membantu mengusut keberadaan pengelola aplikasi MBA agar dana para korban bisa withdraw. (Efull)






