Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

‎Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Jangan Ragu Lapor dan Diviralkan

badge-check


					‎Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Jangan Ragu Lapor dan Diviralkan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran meminta seluruh sekolah untuk bersikap tegas dalam mengawasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sekolah diminta tidak ragu menolak makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, termasuk yang sudah basi.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan, pihak sekolah merupakan garda terdepan dalam memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik di lingkungan sekolah.

“Saya pikir guru dan kepala sekolah jangan takut ketika menemukan ada menu MBG yang tidak sesuai, apalagi yang basi. Tolak saja, jangan takut,” katanya di SD Negeri 2 Ciganjeng, Selasa (31/3/2026).

Tentu, keberanian sekolah dalam mengkritisi menu MBG menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Karena hal itu, Disdikpora Pangandaran juga meminta setiap temuan makanan tidak layak segera dilaporkan.

“Silahkan laporkan ke kami. Nanti kami akan responsif mendatangi sekolah dan SPPG untuk melakukan perbaikan ke depannya,” kata Soleh.

Selain pengawasan langsung, Disdikpora pun membuka ruang transparansi melalui publikasi di media sosial.

Sekolah dipersilakan mengunggah menu MBG yang diterima, baik dalam kondisi baik maupun bermasalah.

Menurutnya, langkah itu sejalan dengan kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang mendorong keterbukaan informasi kepada publik.

“Silakan diunggah. Tapi harus berimbang. Kalau bagus, beri apresiasi. Kalau kurang layak, boleh dikritisi,” ungkapnya.

Ia berharap, langkah dan tindakan ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG kedepannya.

“Termasuk memperkuat pengawasan langsung di sekolah,” kata Soleh. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah