Menu

Mode Gelap
Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran

Daerah

‎Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Jangan Ragu Lapor dan Diviralkan

badge-check


					‎Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Jangan Ragu Lapor dan Diviralkan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran meminta seluruh sekolah untuk bersikap tegas dalam mengawasi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Sekolah diminta tidak ragu menolak makanan yang dinilai tidak layak konsumsi, termasuk yang sudah basi.

Kepala Disdikpora Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan, pihak sekolah merupakan garda terdepan dalam memastikan kualitas makanan yang diterima peserta didik di lingkungan sekolah.

“Saya pikir guru dan kepala sekolah jangan takut ketika menemukan ada menu MBG yang tidak sesuai, apalagi yang basi. Tolak saja, jangan takut,” katanya di SD Negeri 2 Ciganjeng, Selasa (31/3/2026).

Tentu, keberanian sekolah dalam mengkritisi menu MBG menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan keselamatan siswa.

Karena hal itu, Disdikpora Pangandaran juga meminta setiap temuan makanan tidak layak segera dilaporkan.

“Silahkan laporkan ke kami. Nanti kami akan responsif mendatangi sekolah dan SPPG untuk melakukan perbaikan ke depannya,” kata Soleh.

Selain pengawasan langsung, Disdikpora pun membuka ruang transparansi melalui publikasi di media sosial.

Sekolah dipersilakan mengunggah menu MBG yang diterima, baik dalam kondisi baik maupun bermasalah.

Menurutnya, langkah itu sejalan dengan kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, dan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang mendorong keterbukaan informasi kepada publik.

“Silakan diunggah. Tapi harus berimbang. Kalau bagus, beri apresiasi. Kalau kurang layak, boleh dikritisi,” ungkapnya.

Ia berharap, langkah dan tindakan ini dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG kedepannya.

“Termasuk memperkuat pengawasan langsung di sekolah,” kata Soleh. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput

11 April 2026 - 15:29 WIB

BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

7 April 2026 - 18:15 WIB

Oknum Wartawan di Pangandaran Mengaku Polisi, Coreng Marwah Profesi, IJTI – PWI Bereaksi Keras

6 April 2026 - 18:24 WIB

Diduga Ngaku Polisi, Oknum Wartawan di Pangandaran Bikin Resah

6 April 2026 - 17:46 WIB

Disnaker Pangandaran Verifikasi dan Bina LPK, Tercatat 13 LPK dan 5 BLK Resmi Beroperasi

6 April 2026 - 17:30 WIB

Trending di Daerah