Menu

Mode Gelap
Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG

Daerah

Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

badge-check


					Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Penutupan KKN Internasional BKS-PTN Wilayah Barat dan KKN Reguler ISBI Bandung 2026 ditandai dengan Festival & Expo di Alun-Alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, 22-23 Agustus 2026.

‎Mengusung tema “Inclusive Smart Tourism and Creative Economy through Art and Cultural Empowerment for Sustainable Development Goals”, kegiatan ini menjadi ruang presentasi hasil pengabdian mahasiswa selama sebulan di 30 desa di Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya.

‎KKN Internasional 2026 diikuti 236 peserta. Di antaranya 15 mahasiswa asing asal Thailand, Malaysia, Bangladesh, India, Pakistan, Tanzania, dan Yaman.

‎Program ini melibatkan jejaring 38 perguruan tinggi dari Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.

ISBI Bandung menjadi co-host bersama Universitas Siliwangi sebagai host, BKS-PTN Wilayah Barat, Pemkab Pangandaran, dan berbagai komunitas.

‎”Mahasiswa tidak ditempatkan sebagai pihak yang datang untuk sekadar menjalankan program, tetapi sebagai mediator dan problem solver yang bekerja bersama masyarakat,” ungkap Rektor ISBI Bandung, Dr. Retno Dwimawarti, S.Sen., M.Hum.

‎Secara keseluruhan, KKN Internasional berlangsung 22 Juli – 24 Agustus 2026 di 2 kabupaten. Di Kabupaten Tasikmalaya di 6 desa, dan di Kabupaten Pangandaran di 10 desa.

‎Sementara KKN Reguler ISBI Bandung diikuti 214 mahasiswa dan dilaksanakan di 14 desa di Pangandaran. Total menjangkau 30 desa di 2 kabupaten.

‎Puncak acara di Alun-Alun Parigi diisi pameran hasil KKN, Expo UMKM desa, kuliner, dan pertunjukan seni dari 24 desa di Kabupaten Pangandaran.

‎Keragamannya mulai dari paduan suara, puisi, tari, musik tradisional, teater, drama musikal, hingga film dokumenter.

‎Beberapa di antaranya, Desa Kondangjajar dengan “Swara Kondangjajar”, Desa Cijulang “Ngulinkeun Barudak Cijulang”, Desa Karang Benda Rampak Sekar dan Tari Sulanjana.

Kemudian Desa Pananjung “Parahara Tatar Pananjung”, Desa Pejaten Drama Musikal Longser “Tapak Pajaten”, Desa Babakan Short Drama “Tapak”, hingga Desa Karang Jaladri drama kolosal “Sora Ti Jaladri”.

‎Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah “Warisan Hirup” dari Desa Margacinta.

Pertunjukan ini mengangkat hubungan manusia dengan alam melalui kehidupan petani. Dikemas kolaborasi Tarawangsa Jentreng, Seni Badud, Gamelan, Kaulinan Barudak, tari, dan teatrikal bersama masyarakat setempat.

‎Dari Desa Parigi dipamerkan tradisi kerajinan tanah liat lengkap dengan infografis, video dokumenter folklor Kebo Bule, dan Mars Desa Parigi yang sudah didaftarkan HKI.

‎Dari Desa Pananjung, mahasiswa Antropologi Budaya menampilkan film dokumenter “Kilas Balik Stasiun Pangandaran” untuk menghidupkan kembali memori heritage Pangandaran.

‎Malam puncak juga menghadirkan karya utama ISBI Bandung, Drama Tari “Niskala Gudha Dewi Siti Samboja”. Pertunjukan ini mengintegrasikan teater, tari Sunda, karawitan, wayang golek, seni rupa, dan material lokal Pangandaran.

‎Istimewanya, Bupati Pangandaran Hj. Citra Pitriyami, S.H. turut tampil sebagai guest star memerankan tokoh Dewi Siti Samboja.

‎Hadir pula jajaran pimpinan BKS-PTN Wilayah Barat seperti Rektor Universitas Siliwangi Prof. Aripin, Ketua Forum BKS-PTN Prof. Salampak, Rektor Universitas Lampung, Rektor Universitas Malikussaleh, dan lainnya.

‎Rangkaian acara juga dimeriahkan Pagelaran Wayang Golek dan Wayang Kulit oleh Ki Yogaswara Sunandar – Giri Harja 3 Putra, Ki Bhatarasena Sunandar, serta kolaborasi teater tradisional Mak Yong UPSI dan ISBI Bandung.

‎”Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM dan masyarakat desa memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk serta potensi daerah. Sementara masyarakat umum dapat mengenal ragam kreativitas lokal yang tumbuh di Pangandaran,” demikian siaran pers ISBI Bandung.

‎Luaran KKN mencakup pengembangan SDM seni, pemetaan potensi budaya, karya kreatif, pendidikan seni, film dokumenter, buku pengetahuan lokal, hingga pertunjukan seni. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Afnalink Perkuat Legalitas Mitra ISP dan Tertibkan Infrastruktur Jaringan di Pangandaran

20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Polres Banjar Gerakkan Petani Tanam 200 Kg Bawang Putih

19 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

19 Agustus 2026 - 17:16 WIB

Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut

14 Agustus 2026 - 18:48 WIB

Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan

14 Agustus 2026 - 18:12 WIB

Trending di Daerah