Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Daerah

Alternatif Pemasangan CCTV di Pintu Masuk Wisata Pangandaran

badge-check


					Alternatif Pemasangan CCTV di Pintu Masuk Wisata Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Pantai Pangandaran, destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, terus menjadi sumber utama pendapatan daerah melalui retribusi tiket wisata.

Namun, praktik kebocoran tiket yang terjadi selama ini menjadi sorotan serius dan menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah.

Menanggapi persoalan tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya Pangandaran menyampaikan pentingnya pengawasan yang lebih ketat di kawasan wisata, khususnya dengan penerapan teknologi seperti CCTV.

Ketua Sub Korda IJTI Galuh Raya Pangandaran Padna mengungkapkan bahwa lemahnya sistem pengawasan menjadi salah satu penyebab utama kebocoran tiket yang merugikan pendapatan daerah.

“Selama ini, banyak kasus di mana wisatawan berhasil masuk tanpa membayar tiket, atau terjadi manipulasi jumlah pengunjung oleh oknum. Salah satu solusi yang paling efektif adalah pemasangan CCTV di seluruh titik masuk kawasan wisata,” ujar Padna, Selasa 8 April 2025.

Menurutnya, insiden kebocoran tiket yang sempat viral saat libur Lebaran menjadi bukti bahwa sistem pengawasan manual sudah tidak relevan.

Ia menegaskan bahwa penggunaan CCTV bukan hanya untuk pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk transparansi dan kontrol yang dapat diaudit.

 

Pengawasan dengan Teknologi: CCTV Jadi Solusi

Selain penggunaan CCTV, Padna menyarankan integrasi sistem tiket digital untuk mengurangi peluang manipulasi data dan meningkatkan efisiensi pengelolaan wisata.

Namun, ia menekankan bahwa CCTV merupakan garda depan dalam mengawasi aktivitas pintu masuk wisata secara real-time.

“Pemasangan CCTV di setiap pintu masuk bisa menjadi alat pengawasan efektif, yang juga membantu mendeteksi dan mencegah tindakan kecurangan,” jelasnya.

IJTI Galuh Raya berharap tidak ada pihak yang menolak atau menghambat penerapan teknologi ini.

Menurut Padna, penggunaan CCTV justru akan memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi pengunjung maupun pengelola.

“Dengan kombinasi sistem tiket online dan pemantauan CCTV, pemerintah daerah bisa secara signifikan meningkatkan pendapatan dari sektor wisata dan meminimalisasi potensi kebocoran,” tambahnya.

 

Langkah Strategis Menuju Pengelolaan Wisata Modern

Penerapan CCTV juga sejalan dengan upaya pengembangan fasilitas wisata yang lebih modern dan profesional.

IJTI Galuh Raya menilai, jika teknologi dan pengawasan dijalankan dengan konsisten, maka retribusi tiket wisata akan semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat maksimal bagi daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Polres Banjar Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Lodaya 2026, Wujudkan Lalu Lintas Tertib

2 Februari 2026 - 20:34 WIB

Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran

2 Februari 2026 - 12:36 WIB

Trending di Bisnis