Menu

Mode Gelap
Bersama Polisi Militer, Mutiara Sunah Padaherang Bagikan Ribuan Takjil, 1.045 Al-Qur’an, dan 2.000 Nasi Box Ramadan 2026, IJTI Galuh Raya Kembali Gelar Program IJTI Berbagi, Salurkan Bansos bagi Jompo dan Anak Yatim di Ciamis dan Pangandaran Angin Kencang Terjang Padaherang, Warung Didi Ambruk dan Rugi Rp 10 Juta KUA Cimerak Pangandaran Gencarkan Edukasi Keagamaan di Bulan Ramadan 2026 Pelaksanaan Program MBG di Pangandaran Disorot, Mulai Kualitas dan Nominal Anggaran Menu Tak Sesuai Harapan saat Ramadan 2026, Menu MBG di Pangandaran Diprotes Warga

Bisnis

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

badge-check


					Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah petani di Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menanam sayuran selada secara mandiri.

Inisiatif ini dilakukan sebagai satu upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbekal hasil urunan modal, para petani memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam selada dengan sistem hidroponik.

Penanaman sudah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan harapan hasil panen nantinya dapat memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Seorang petani Desa Ciganjeng, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman salada diawali dari penyemaian bibit selama 14 hari.

Kemudian memindahkan tanaman salada itu ke lahan yang sudah disiapkan sampai membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga siap panen.

“Modal awal yang kami kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu,” katanya di tempat tanaman salada Hidroponik, Rabu (4/2/2026).

 

Dengan modal itu, para petani menanam sekitar 2.000 pohon salada. Tapi jumlah itu, dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan untuk program MBG.

“Untuk tanaman selada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan,” kata Tahmo.

Dalam proses budidaya, para petani menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan media paralon berdiameter dua inci.

Metode ini dipilih karena lebih efisien dan cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah warga.

Sayuran selada yang ditanam, direncanakan akan disuplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG, Tahmo berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

“Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sedih! Mau Lebaran, Sepeda Motor Milik Paijan di Pangandaran Diambil Orang

18 Maret 2026 - 15:46 WIB

Coko Run 100 Meter Meriahkan Malam di Banjar, Polres Dorong Energi Positif Generasi Muda

18 Maret 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Cek Pospam Operasi Ketupat Lodaya 2026, di Jalur Wisata Pangandaran

17 Maret 2026 - 14:11 WIB

Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026, Pemkab Pangandaran Siapkan 12 Shuttle Gratis 

17 Maret 2026 - 13:49 WIB

Ram Cek Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Periksa Bus Umum di Terminal Pangandaran

16 Maret 2026 - 21:22 WIB

Trending di Daerah