Menu

Mode Gelap
Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025 Perjalanan Khoenunisa Bantu Nenek Jualan Sate Totok di SDN 2 Kalipucang Pangandaran Casabadia Villas & Hotel Pangandaran by Horison Hadirkan Konsep Villa dan Hotel Tropical Lifestyle Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global Korban Banjir di Maruyungsari Pangandaran Alami Gejala Sakit, Puskesmas Padaherang Turun ke Lapangan

Bisnis

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

badge-check


					Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah petani di Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menanam sayuran selada secara mandiri.

Inisiatif ini dilakukan sebagai satu upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbekal hasil urunan modal, para petani memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam selada dengan sistem hidroponik.

Penanaman sudah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan harapan hasil panen nantinya dapat memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Seorang petani Desa Ciganjeng, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman salada diawali dari penyemaian bibit selama 14 hari.

Kemudian memindahkan tanaman salada itu ke lahan yang sudah disiapkan sampai membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga siap panen.

“Modal awal yang kami kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu,” katanya di tempat tanaman salada Hidroponik, Rabu (4/2/2026).

 

Dengan modal itu, para petani menanam sekitar 2.000 pohon salada. Tapi jumlah itu, dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan untuk program MBG.

“Untuk tanaman selada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan,” kata Tahmo.

Dalam proses budidaya, para petani menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan media paralon berdiameter dua inci.

Metode ini dipilih karena lebih efisien dan cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah warga.

Sayuran selada yang ditanam, direncanakan akan disuplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG, Tahmo berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

“Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

4 Februari 2026 - 14:44 WIB

VIRAL! Guru Mts di Pangandaran Geger ada Ulat Belatung pada Hidangan MBG

4 Februari 2026 - 14:32 WIB

Polemik Menjual BBM Eceran di Warung, Antara Kebutuhan dan Pelanggaran Aturan

3 Februari 2026 - 20:31 WIB

Antusiasme Pemuda Menguatkan Aksi Iklim Lewat RYCAM Short Video Contest 2025

3 Februari 2026 - 15:26 WIB

Bau Menyengat, PHRI Bantah Limbah di Pantai Pangandaran dari Hotel

3 Februari 2026 - 12:49 WIB

Trending di Daerah