Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Bisnis

Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada

badge-check


					Dukung Program MBG, Petani di Ciganjeng Pangandaran Tanam Sayuran Selada Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejumlah petani di Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menanam sayuran selada secara mandiri.

Inisiatif ini dilakukan sebagai satu upaya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

Berbekal hasil urunan modal, para petani memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam selada dengan sistem hidroponik.

Penanaman sudah dimulai sejak awal Januari 2026, dengan harapan hasil panen nantinya dapat memasok kebutuhan dapur MBG di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Seorang petani Desa Ciganjeng, Tahmo (50), mengatakan proses penanaman salada diawali dari penyemaian bibit selama 14 hari.

Kemudian memindahkan tanaman salada itu ke lahan yang sudah disiapkan sampai membutuhkan waktu sekitar 30 hari hingga siap panen.

“Modal awal yang kami kumpulkan sekitar Rp 11 juta. Itu hasil urunan bersama, ada yang menyimpan Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada juga yang Rp 200 ribu,” katanya di tempat tanaman salada Hidroponik, Rabu (4/2/2026).

 

Dengan modal itu, para petani menanam sekitar 2.000 pohon salada. Tapi jumlah itu, dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan untuk program MBG.

“Untuk tanaman selada sekarang baru 2.000 pohon. Itu juga masih belum mencukupi kebutuhan,” kata Tahmo.

Dalam proses budidaya, para petani menggunakan sistem hidroponik sederhana dengan media paralon berdiameter dua inci.

Metode ini dipilih karena lebih efisien dan cocok diterapkan di lahan pekarangan rumah warga.

Sayuran selada yang ditanam, direncanakan akan disuplai langsung ke SPPG untuk memenuhi kebutuhan sayuran segar dalam program MBG.

Melalui program MBG, Tahmo berharap, para petani lokal tidak hanya menjadi penonton, tapi dapat terlibat aktif dan merasakan manfaat langsung dari program pemerintah tersebut.

“Kami sebagai petani tidak ingin cuma nonton. Kami ingin ikut berkontribusi dan mendukung program Presiden,” ungkapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Kapolres dan Dandim di Pangandaran Perkuat Soliditas Sinergitas 

14 Juli 2026 - 12:11 WIB

Trending di Daerah