Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

News

Nasib Sahril Belasan Tahun Menderita Penyakit Jantung, Disdikpora Pangandaran Beri Semangat

badge-check


					Nasib Sahril Belasan Tahun Menderita Penyakit Jantung, Disdikpora Pangandaran Beri Semangat Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Sejak lahir, kehidupan Sahril Nugroho (11) sudah diwarnai perjuangan tidak ringan. Bocah yang kini duduk di bangku kelas 5 SD itu harus bertahan menghadapi penyakit jantung yang dideritanya sejak bayi.

Sahril tinggal bersama kedua orang tuanya di Dusun Bulakbanjar RT 08/03, Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Ibunya, Endang Purwanti (40), masih mengingat jelas kondisi anaknya saat pertama kali dilahirkan.

“Waktu lahir badannya biru semua, detak jantungnya sangat cepat. Sekarang aja itu kaki dan tangannya warna biru,” katanya saat ditengok jajaran Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Sabtu (18/4/2026).

Kondisi itu membuat Sahril harus segera mendapatkan penanganan medis. Ia sempat dibawa ke dokter jantung di Banyumas, Jawa Tengah, sebelum akhirnya dirujuk ke Jakarta.

Di Jakarta, dokter mendiagnosis Sahril mengalami kebocoran jantung disertai penyempitan pembuluh. Sejak saat itu, perjalanan panjang pengobatan pun dimulai.

Awalnya, Sahril sudah dijadwalkan menjalani operasi saat usianya masih enam bulan. Namun, keterbatasan ekonomi membuat rencana tersebut terpaksa ditunda.

“Tadinya sudah ada jadwal operasi, tapi karena tidak punya biaya, akhirnya batal. Harus cari uang dulu,” kata Endang.

Operasi baru bisa dilakukan tujuh tahun kemudian, setelah keluarga mengumpulkan biaya yang dibutuhkan. Meski begitu, perjuangan belum berakhir.

Hingga kini, Sahril masih harus rutin menjalani kontrol dan serangkaian pemeriksaan lanjutan, seperti echocardiography, CT scan, hingga pemeriksaan THT sebelum tindakan medis berikutnya.

“Besok juga rencana mau kontrol lagi, CT scan. Operasinya nanti kemungkinan dua kali, karena sebelumnya sudah sekali,” ungkapnya.

Kondisi ekonomi keluarga menjadi tantangan tersendiri. Suami Endang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Kadang ada kerjaan, kadang tidak. Untuk kebutuhan sehari-hari juga kadang cukup, kadang tidak,” ungkap lirihnya.

Namun di tengah keterbatasan, secercah harapan datang. Sejak Sahril bersekolah, bantuan mulai mengalir.

Selain dari program BPJS Kesehatan, dukungan juga datang dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran serta para guru di sekolahnya.

“Alhamdulillah sekarang ada bantuan. Dulu semuanya biaya sendiri,” ungkapnya.

Bantuan itu bermula saat pihak keluarga berkomunikasi dengan guru Sahril mengenai kondisi kesehatannya. Sejak itu, perhatian dan kepedulian terus mengalir.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, mengatakan pihaknya bersama para guru sudah beberapa kali memberikan bantuan untuk pengobatan Sahril.

“Para guru secara sukarela urunan membantu biaya pengobatan,” kata Soleh.

Pihak Disdikpora pun terus berkoordinasi dengan organisasi guru untuk memantau perkembangan kesehatan Sahril.

“Tentu ini bentuk empati kita terhadap yang sedang diuji. Kami juga mengapresiasi para guru yang sudah membantu dan menjadi teladan,” paparnya.

Di balik segala keterbatasan, harapan tetap terjaga. Keluarga dan semua pihak yang peduli berharap kondisi Sahril terus membaik, sehingga ia bisa menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.

“Semoga penyakit Sahril cepat diangkat, tetap semangat, dan bisa segera sehat,” harap Soleh. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah