Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Puluhan Hektare Lahan Sawah di Pangandaran Diserang Hama Wereng 

badge-check


					Poto: by web Perbesar

Poto: by web

LENSAPRIANGAN.COM – Puluhan hektare lahan pesawahan di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, Jawa Barat terancam gagal panen akibat diserang hama wereng.

 

Lahan pesawahan yang terserang di tiga desa yakni, Desa Sukamulya, Desa jadimulya, Desa Karangkamiri. Hama wereng menyerang sudah 2 Minggu.

 

Salah seorang petani dari Langkaplancar, Undang Dursa mengaku padi miliknya terancam gagal panen akibat hama wereng.

 

“Padahal, padi yang kami tanam sudah mengering. Tapi berubah warna menjadi agak kuning kemerahan. Ya itu akibat hama wereng,” kata Undang, Selasa, (7/5/2024).

 

Undang juga mengatakan, berbagai langkah sudah dilakukan untuk menghalau hama tersebut dengan melakukan penyemprotan pestisida.

 

“Sudah 2 pekan ini hama wereng menyerbu. Sudah berbagai langkah kami lakukan dengan menyemprot berbagai pestisida. Tapi, tetap saja hama wereng menyerang batang dan akar padi,” tuturnya.

 

Undang khawatir jika tanaman padi miliknya akan gagal panen.

 

Menurutnya, hama wereng tidak hanya menyerang padi yang berusia muda, akan tetapi padi yg hampir berbuah.

 

“Petani di desa kami sudah berusaha selebihnya kami pasrah,” ucap Undang

 

Sementara itu, petani di Desa Karangkamiri, Kusmana menuturkan, hama wereng juga menyerang lahan sawah miliknya.

 

Puluhan hektar tanaman padi di desanya juga terancam gagal panen.

 

“Kalau di desa kami sudah ada yang mengalami gagal panen dengan usia padi sudah 2 bulan lebih,” terang Kusmana.

 

Serangan hama wereng di desanya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir ketika padi masih berusia 1,5 bulan.

 

“Kami juga berupaya mencegah meluasnya serangan hama wereng. Tapi, tidak membuahkan hasil. Petani di desa kami dipastikan akan mengalami kerugian yang cukup besar,” bebernya.

 

Kerugian yang dialami oleh petani di Langkaplancar rata-rata sekitar jutaan rupiah.

 

“Rata-rata petani di desa kami gagal panen. Jadi kita hanya pasrah dengan kondisi ini, jika dihitung kerugian bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

 

Pihaknya berharap agar ada langkah dari pemerintah untuk bisa mengendalikan hama wereng ini.

 

Ia mengaku, selama ini belum ada tindakan apapun dari pemerintah untuk mencegah agar hama wereng tidak meluas.

 

“Semoga ada tindakan dari pemerintah untuk membantu kami para petani ini dari ancaman gagal panen,” ujarnya. (art)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Trending di Daerah