Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Tanam Seribu Pohon Picung, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Jaga Mata Air di Pangandaran

badge-check


					Tanam Seribu Pohon Picung, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Jaga Mata Air di Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Upaya pelestarian sumber mata air terus dilakukan di Kabupaten Pangandaran.

Menyambut Tahun Baru 2026, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran menanam 1.000 bibit pohon Pangium edule (picung) di kawasan hutan lahan PTPN I Blok Cigoblog, Dusun Bentar, Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Senin (29/12/2025).

Kegiatan bertema Mari Bersama Wariskan Mata Air, Bukan Air Mata ini juga diisi dengan penebaran benih ikan mujair sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Aksi lingkungan tersebut digelar bekerja sama dengan Komunitas Pohon Indonesia (KPI) Jawa Barat, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, serta Wali Leuweung.

Penanaman pohon diikuti oleh Kepala Desa Bojong, BPD Desa Bojong, anggota KPI dan FK3I, perwakilan Wali Leuweung, Mandor Besar PTPN I, serta unsur masyarakat setempat.

Ketua Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran, Anton Rahanto, mengatakan, pemilihan pohon picung bukan tanpa alasan.

Menurutnya, pohon ini memiliki akar yang sangat kuat dan terbukti mampu menahan tanah dari longsor.

“Pohon picung sangat baik menyerap dan menahan air. Bahkan kekuatannya melebihi beringin.”

“Selain itu, buahnya lebat dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, sudah menjadi budaya kami menanam picung di sekitar sumber mata air,” ujarnya.

Senada, Ketua KPI Jawa Barat Ir. Dadi Ardiwinata menyebut pohon picung sebagai pohon sejuta manfaat.

Selain berfungsi ekologis, buahnya dapat diolah menjadi makanan bergizi melalui proses pengolahan khusus.

Secara ekologis, Pangium edule dikenal sebagai “pohon sahabat air”.

Sistem perakarannya yang dalam dan kokoh membantu meningkatkan infiltrasi air hujan, menjaga stabilitas debit mata air, mencegah erosi dan longsor, serta menciptakan ekosistem mikro yang lembap. Kanopinya yang rimbun juga berperan mengurangi penguapan air tanah.

Melalui kegiatan ini, para penggiat lingkungan ingin menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga alam secara berkelanjutan.

“Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita. Jangan menunggu bencana datang baru kita sadar untuk merawatnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah