Menu ✖

Mode Gelap
Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

Daerah

Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran

badge-check


					Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Tangis Titin Suryatin (57) pecah saat mengenang cita-cita anak asuhnya bernama Siti Aulia Marlina (14).

Dengan suara bergetar, perempuan lanjut usia itu menceritakan keinginan Siti yang sederhana tapi penuh makna.

Keinginannya, ingin membangunkan rumah agar orang tua angkatnya tak lagi tinggal di kontrakan.

Siti merupakan anak asuh Titin Suryatin dan Pendi. Sejak berusia satu bulan, Siti Aulia sudah diasuh oleh pasangan itu.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Dusun Haurseah, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Keinginan Siti Aulia untuk membangunkan rumah sering disampaikan kepada Titin.

Harapan itu muncul dari kepeduliannya terhadap kondisi orang tua angkat yang kini belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Dia pernah bilang ingin membahagiakan kami, ingin membangunkan rumah supaya kami tidak terus-terusan ngontrak,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Bagi Titin, cita-cita itu terasa begitu tinggi. Di usianya yang kian renta, membangun rumah menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan bisa terwujud.

Meski demikian, Ia tidak henti-hentinya mendoakan agar Siti Aulia kelak sukses dan mampu meraih impiannya.

“Kalau bagi saya, membangun rumah itu berat. Tapi saya selalu berdoa, mudah- mudahan neng Siti Aulia bisa berhasil dan sukses,” ucapnya.

Titin pun menggambarkan Siti Aulia sebagai anak yang rajin dan terbiasa hidup prihatin.

Sejak kecil, Siti sudah terbiasa membantu orang tua angkatnya bekerja di sawah, terutama saat musim panen tiba.

“Dia sering ikut gacong (panen padi). Dari kecil sampai sekarang. Jadi memang sudah biasa hidup susah,” ungkap Titin.

Tak hanya membantu di sawah, di waktu senggang Siti juga kerap mencari barang bekas atau rongsok untuk dijual. Hasil penjualan rongsok itu digunakan untuk membeli jajan dan beras.

“Kadang suka cari rongsok. Dia yang megang karung, saya yang nyari ke tempat sampah,” ujarnya mengenang kebiasaan anak asuhnya itu.

Di tengah keterbatasan hidup, secercah harapan kini datang untuk Siti Aulia.

Polres Pangandaran memberikan perhatian khusus terhadap kelangsungan pendidikannya.

“Alhamdulillah sekarang ada bantuan dari Kapolres Pangandaran. Saya benar-benar berterima kasih. Semoga rezeki dilancarkan, melebihi apa yang sudah diberikan kepada Siti Aulia,” ungkapnya.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyatakan, siap membantu seluruh biaya pendidikan Siti di SMK Pasundan Cijulang.

Tidak hanya itu, Ikrar juga menyatakan kesiapannya untuk mengangkat Siti Aulia sebagai anak angkat Polres Pangandaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hari Pangan Sedunia 2026, Jamtani Soroti Petani Muda: Lahan Sempit dan Keuntungan Rendah Jadi Penghambat

16 Oktober 2026 - 11:54 WIB

Kebakaran Hebat Landa Bukit di Karangsari Pangandaran, Lebih 10 Hektare Lahan Terancam

14 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Tangani Dampak Kekeringan, Pemkab Pangandaran Siapkan Rp 596 Juta untuk 90 Toren Air

14 Oktober 2026 - 11:29 WIB

Polemik Anggaran Milangkala ke-14, Miftah Mujahid Desak Pemda Pangandaran Buka Rincian Pembiayaan

12 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Tak Diketahui Penyebabnya, Huller Gabah Padi di Ciganjeng Pangandaran Kebakaran Hebat

12 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Trending di Daerah