Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran

badge-check


					Tangis Titin Pecah, Cita-cita Siti Aulia Ingin Bangun Rumah di Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Tangis Titin Suryatin (57) pecah saat mengenang cita-cita anak asuhnya bernama Siti Aulia Marlina (14).

Dengan suara bergetar, perempuan lanjut usia itu menceritakan keinginan Siti yang sederhana tapi penuh makna.

Keinginannya, ingin membangunkan rumah agar orang tua angkatnya tak lagi tinggal di kontrakan.

Siti merupakan anak asuh Titin Suryatin dan Pendi. Sejak berusia satu bulan, Siti Aulia sudah diasuh oleh pasangan itu.

Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Dusun Haurseah, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Keinginan Siti Aulia untuk membangunkan rumah sering disampaikan kepada Titin.

Harapan itu muncul dari kepeduliannya terhadap kondisi orang tua angkat yang kini belum memiliki tempat tinggal sendiri.

“Dia pernah bilang ingin membahagiakan kami, ingin membangunkan rumah supaya kami tidak terus-terusan ngontrak,” katanya, Jumat (30/1/2026).

Bagi Titin, cita-cita itu terasa begitu tinggi. Di usianya yang kian renta, membangun rumah menjadi sesuatu yang sulit dibayangkan bisa terwujud.

Meski demikian, Ia tidak henti-hentinya mendoakan agar Siti Aulia kelak sukses dan mampu meraih impiannya.

“Kalau bagi saya, membangun rumah itu berat. Tapi saya selalu berdoa, mudah- mudahan neng Siti Aulia bisa berhasil dan sukses,” ucapnya.

Titin pun menggambarkan Siti Aulia sebagai anak yang rajin dan terbiasa hidup prihatin.

Sejak kecil, Siti sudah terbiasa membantu orang tua angkatnya bekerja di sawah, terutama saat musim panen tiba.

“Dia sering ikut gacong (panen padi). Dari kecil sampai sekarang. Jadi memang sudah biasa hidup susah,” ungkap Titin.

Tak hanya membantu di sawah, di waktu senggang Siti juga kerap mencari barang bekas atau rongsok untuk dijual. Hasil penjualan rongsok itu digunakan untuk membeli jajan dan beras.

“Kadang suka cari rongsok. Dia yang megang karung, saya yang nyari ke tempat sampah,” ujarnya mengenang kebiasaan anak asuhnya itu.

Di tengah keterbatasan hidup, secercah harapan kini datang untuk Siti Aulia.

Polres Pangandaran memberikan perhatian khusus terhadap kelangsungan pendidikannya.

“Alhamdulillah sekarang ada bantuan dari Kapolres Pangandaran. Saya benar-benar berterima kasih. Semoga rezeki dilancarkan, melebihi apa yang sudah diberikan kepada Siti Aulia,” ungkapnya.

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, menyatakan, siap membantu seluruh biaya pendidikan Siti di SMK Pasundan Cijulang.

Tidak hanya itu, Ikrar juga menyatakan kesiapannya untuk mengangkat Siti Aulia sebagai anak angkat Polres Pangandaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HIPMI Pangandaran Resmi Dipimpin Cinky Priyanto, Siap Bersinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

11 Juli 2026 - 15:41 WIB

LBH Ansor Nilai Penanganan Tumpahan Batubara di Pangandaran Lamban, Masyarakat Butuh Tindakan Nyata, Bukan Pencitraan

5 Juli 2026 - 17:49 WIB

Liburan ke Pangandaran Belum Lengkap Tanpa Mampir ke Saung Daun, Kuliner Lezat Harga Bersahabat

5 Juli 2026 - 15:00 WIB

Cegah Penipuan, Wondr by BNI Luncurkan Fitur Otomatis Kunci Aplikasi Saat Ada Telepon Masuk

4 Juli 2026 - 17:30 WIB

Stop Impor BBM Harus Dibangun Lewat Percepatan Kilang, Ketum JPKP Maret Sueken: Ini Soal Harga Diri Bangsa

3 Juli 2026 - 16:15 WIB

Trending di Daerah