Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Anggota PPS di Pangandaran Diduga Orang Titipan? 

badge-check


					Pelantikan anggota panitia pemungutan suara Perbesar

Pelantikan anggota panitia pemungutan suara

LENSAPRIANGAN.COM – Perekrutan hingga pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Lingkup KPU Kabupaten Pangandaran diduga hasil rekomendasi.

 

Karena, sejumlah calon PPS yang lolos hingga pelantikan diduga hasil rekomendasi dari oknum yang mempunyai kepentingan khususnya dalam Pilkada 2024 ini.

 

Hal tersebut disampaikan KW satu warga di Kabupaten Pangandaran yang sempat mengikuti test perekrutan PPS.

 

“Ya, mungkin hampir semua anggota PPS yang sekarang dilantik itu hasil rekomendasi,” ungkapnya.

 

Tidak hanya dari oknum pejabat yang diduga mempunyai kepentingan, rekomendasi itu diduga muncul dari organisasi atau orang yang dekat dengan komisioner KPU Kabupaten Pangandaran.

 

“Jadi, istilahnya titipan untuk menjadi penyelenggara di tingkat Desa,” kata KW.

 

Jadi prosedur perekrutan PPS seperti seleksi administrasi, test CAT dan wawancara feet and proper test itu hanya formalitas.

 

“Kalau seleksi administrasi dan test CAT itu boleh lah bagus. Tapi, kalaupun nilainya bagus tapi tidak ada kenalan atau rekomendasi itu percuma, kita tidak akan lolos,” cetusnya.

 

Sementara sebelumnya Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin menyampaikan, Proses seleksi anggota PPS ini meliputi seleksi administrasi yaitu persyaratan – persyaratan administratif yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

 

“Kemudian, dilanjutkan dengan seleksi tertulis dengan metode CAT. Selanjutnya, kita lakukan proses wawancara feet and proper test,” jelasnya.

Feet and proper test ini yakni uji kelayakan, uji kepatutan dengan mengecek kompetensi teknis, kompetensi managerial, kompetensi sosial kultural, rekam jejak dan termasuk juga komitmen serta pengalaman kerja dalam konteks kepemiluan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Satgas TMMD ke-130 Kodim Pangandaran Pererat Kebersamaan Lewat Makan Bersama Warga

5 November 2026 - 12:46 WIB

Brigjen TNI Raja Beni Arifin Tinjau Langsung Progres TMMD ke-130 di Pangandaran

4 November 2026 - 19:12 WIB

Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Maspuah di Langkaplancar Pangandaran Kini Miliki Rumah Permanen 

4 November 2026 - 16:42 WIB

Solar Subsidi Bersubsidi Diduga untuk Alat Berat di Pangandaran, Pengawasan Jangan Tutup Mata

2 November 2026 - 16:04 WIB

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0625/Pangandaran Perkuat Pondasi Rutilahu Milik Siti di Desa Mekarwangi

2 November 2026 - 13:58 WIB

Trending di Daerah