Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang

badge-check


					Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Seorang remaja bernama Nur Aliman (18), warga Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, nyaris menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal dalam sebuah insiden yang terjadi sekitar pukul 13.00 Wib.

Lokasi terjadinya di sekitar area grand Pangandaran, Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari percakapan saksi bernama Defa (12) dan korban, peristiwa itu bermula saat korban tengah berada di jalan bersama rekannya, dengan menggunakan sepeda motor Yamaha RX King. Saat itu, mereka diketahui berboncengan.

Dalam perjalanan, korban menyadari ada pihak yang mencurigakan mengikuti dari belakang dan kemudian langsung menabrak dari belakang.

Menyadari hal tersebut, korban menepi terlebih dahulu arah untuk menghindari situasi yang berpotensi membahayakan.

“Dia masih di belakang, terus saya putar balik. Saya sendiri naik motor, kita berdua tapi beda motor,” ungkap Nur Alim, Minggu 12/4/2026.

Tak lama kemudian, situasi berubah menjadi mencekam ketika salah satu pelaku diduga hendak melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Namun, upaya pembacokan tersebut berhasil dihindari setelah korban atau rekannya sempat melakukan tangkisan.

“Yang mau dibacok itu sempat ditangkis, jadi tidak kena,” ujar Dafa (12), saat di komfirmasi wartawan, Minggu (12/4/2026).

Dalam insiden tersebut, korban mengaku awalnya tidak menyangka pelaku membawa senjata tajam.

Ia mengira hanya akan terjadi pemukulan biasa. Namun ternyata pelaku membawa senjata tajam berukuran kecil, yang diduga sejenis celurit atau pisau.

“Saya kira cuma dipukul, tidak tahu kalau bawa senjata tajam. Senjatanya kecil,” katanya.

Korban juga sempat berupaya menolong rekannya yang menjadi sasaran awal serangan.

Namun, upaya tersebut justru membuat dirinya ikut terancam menjadi korban pembacokan, sehingga ia memilih melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

“Awalnya dia dulu yang diserang. Saya mau nolong, tapi malah ikut mau dibacok, akhirnya saya lari,” ungkap, Dafa (12).

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti jumlah pelaku maupun motif dari aksi tersebut. Korban pun dikabarkan akan melapor ke Polisi.(Efful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

27 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Trending di Daerah