LENSAPRIANGAN.COM – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan berbasis kreativitas melalui kegiatan āPojok Musikā yang melibatkan langsung warga binaan sebagai pelaku utama dalam pertunjukan seni di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyalurkan bakat sekaligus membangun kepercayaan diri melalui musik. Dalam penampilannya, warga binaan membawakan lagu berjudul āLapas Ciamis untuk Indonesiaā, sebuah karya orisinal ciptaan mereka sendiri yang menggambarkan semangat perubahan, harapan, dan proses pembinaan di dalam lapas.
Penampilan tersebut mendapat perhatian karena memperlihatkan bahwa program pembinaan di lapas tidak hanya berfokus pada kedisiplinan dan keamanan, tapi juga memberikan ruang bagi pengembangan potensi diri, kreativitas, serta pembentukan karakter positif.
Acara turut dihadiri oleh musisi Pepeng Setia Band dan gitaris Indra Firzi. Kehadiran keduanya tidak hanya sebagai tamu undangan, tapi juga bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan pembinaan.
Dalam kesempatan itu, mereka menyerahkan empat unit gitar akustik untuk mendukung aktivitas musik warga binaan.
Bantuan alat musik tersebut diharapkan dapat memperkaya sarana pembinaan kepribadian di dalam lapas, sekaligus menjadi media positif bagi warga binaan dalam menyalurkan ekspresi dan meningkatkan keterampilan.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan dari para musisi yang hadir. Menurutnya, kolaborasi dengan pihak luar menjadi motivasi penting bagi warga binaan untuk terus berkarya dan menjalani proses perubahan diri.
āTerima kasih atas kehadiran Pepeng dan Indra di Lapas Ciamis. Ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berkarya dan memperbaiki diri,ā ujar Supriyanto, Kamis (30/4/2026)
Ia menegaskan bahwa pihak lapas terus menghadirkan program pembinaan yang humanis namun tetap mengedepankan aturan dan kedisiplinan, sehingga warga binaan memiliki bekal keterampilan serta mental yang lebih siap saat kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, Pepeng Setia Band mengaku baru pertama kali mengunjungi lingkungan lembaga pemasyarakatan. Ia mengaku terkesan dengan kondisi lapas yang dinilai tertib dan kondusif.
āSaya baru pertama kali masuk lapas, dan jujur saya melihat warga binaan di Lapas Ciamis ini baik-baik dan suasananya sangat positif,ā ungkapnya.
Pepeng juga memberikan pesan moral kepada warga binaan agar tidak terjebak pada masa lalu dan menjadikan pengalaman hidup sebagai pelajaran untuk memperbaiki masa depan.
āLupakan masa lalu, jadikan itu pelajaran. Fokuslah pada masa depan yang lebih baik,ā katanya.
Hal senada disampaikan oleh Indra Firzi yang mengapresiasi semangat warga binaan dalam bermusik. Menurutnya, musik dapat menjadi sarana rehabilitasi mental dan sosial yang efektif apabila dikelola secara konsisten dan positif.
Di akhir kegiatan, kedua musisi menyampaikan komitmen untuk kembali hadir dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis pada 12 Juni 2026.
Mereka bahkan berencana membawakan salah satu karya ciptaan warga binaan Lapas Ciamis sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap hasil pembinaan kreatif di dalam lapas.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Setia Band kepada pihak lapas sebagai simbol silaturahmi dan apresiasi. ***






