Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Headline

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

badge-check


					IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Memperingati Hari Buruh Sedunia, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia menyoroti kondisi industri media nasional yang tengah menghadapi disrupsi besar-besaran, Jakarta 1 Mei 2026.

Dalam situasi tersebut, IJTI menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap jurnalis bukanlah solusi yang bijak.

Langkah tersebut dinilai justru berpotensi mengancam keberlangsungan demokrasi di Indonesia yang sangat bergantung pada arus informasi yang bebas dan kredibel.

Tekanan ekonomi serta perubahan lanskap bisnis media memang tidak dapat dihindari dalam era digital saat ini.

Namun, IJTI berpandangan bahwa tantangan tersebut tidak seharusnya dibayar dengan mengorbankan para pekerja jurnalistik.

Jurnalis televisi memiliki peran vital sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi kepada publik secara langsung dari lapangan.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa jurnalis bukan sekadar pekerja biasa dalam industri media.

Mereka merupakan garda terdepan dalam menjaga hak masyarakat atas informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya.

Menurutnya, gelombang PHK yang terus terjadi akan berdampak serius terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.

ā€œJika perusahaan media terus dibiarkan rontok dan jurnalisnya tersingkir, maka demokrasi akan mati. Tanpa jurnalis televisi yang bekerja di lapangan, tidak akan ada lagi mata dan telinga bagi publik untuk mengawal keadilan, ā€ ungkap Herik.

IJTI juga mencermati adanya tren efisiensi di berbagai perusahaan media televisi yang berujung pada pengurangan tenaga kerja.

Atas kondisi ini, IJTI secara tegas menolak upaya PHK sepihak yang dilakukan tanpa mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan profesi jurnalis.

IJTI mendorong perusahaan media untuk mencari solusi kreatif melalui inovasi model bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Selain itu, transparansi dan dialog antara manajemen dan pekerja dinilai sebagai langkah penting dalam setiap pengambilan kebijakan ketenagakerjaan.

IJTI juga menyerukan kepada pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan ekosistem media nasional agar tetap sehat dan berdaya saing.

Momentum Hari Buruh diharapkan menjadi refleksi bersama bahwa jurnalis yang sejahtera adalah kunci utama bagi terciptanya informasi berkualitas.

ā€œJangan biarkan layar televisi kita menjadi buram karena hilangnya para jurnalis yang berintegritas,ā€ tutup Herik Kurniawan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Dukung Penataan Kawasan Wisata, PLN di Pangandaran akan Tanam Kabel Listrik di Bawah Tanah

30 April 2026 - 16:02 WIB

Internet Rakyat Siap Penuhi Kebutuhan Akses CepatĀ 

28 April 2026 - 18:44 WIB

Pasanggiri Mojang Jajaka Pangandaran 2026 Resmi Digelar, Ajang Seleksi Menuju Grand Final

24 April 2026 - 11:06 WIB

Trending di Daerah