Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Merusak Padi, Petani di Ciganjeng Pangandaran Lakukan Gerdal Hama Tikus

badge-check


					Merusak Padi, Petani di Ciganjeng Pangandaran Lakukan Gerdal Hama Tikus Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama tikus yang bikin resah, Rabu (7/5/2025).

Dalam gerakan pengendalian hama, sejumlah petani sweeping mencari lubang tikus di sekitar area persawahan.

Kemudian memasukkan obat racun berbentuk persegi ke dalam lubang tikus tersebut.

Dengan harapan, tikus yang bersarang di lubang bisa mati dan bisa mengamankan padi yang akan ditanam para petani.

Seorang petani di Desa Ciganjeng, Siswoyo (42) mengatakan, gerakan pengendalian hama tikus ini dilakukan karena banyaknya hama tikus yang menyerang padi.

“Kemarin-kemarin saja, benih padi yang disemai di pojok sawah hampir habis dimakan tikus,” ungkapnya.

Tidak hanya ke benih padi, sebelumnya banyak tikus menyerang tanaman padi yang mulai memasuki masa panen.

“Jadi, tikus-tikus ini bikin kesal kita. Karena diserang tikus, banyak padi berserakan di sawah saat panen beberapa Minggu lalu,” kata Siswoyo.

Makanya, sekarang para petani yang memiliki lahan persawahan di Ciganjeng blok gerendel ini bersama sama mengusir tikus.

“Kita kasih obat racun tikus dengan dimasukkan ke dalam lubang. Kan setelah obat itu dimakan, nanti tikus – tikus itu akan mati,” paparnya.

Kepala Dusun Cihideung Desa Ciganjeng, Tantori, menyampaikan, luas sawah yang diserang hama tikus itu ada sekitar 70 hektare.

“Ya, memang cukup luas. Jadi, tikus-tikus itu menyerang tanaman padi yang digarap beberapa petani,” jelasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah