Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Literasi Digital di Desa Pamotan, Pahami Teknologi dengan Bijak

badge-check


					Literasi Digital di Desa Pamotan, Pahami Teknologi dengan Bijak Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Kegiatan Literisasi Digital melalui program Pamotan Safety Center (PSC) digelar di Aula Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (2/12/2025).

Acara ini dihadiri Kepala Diskominfo Pangandaran Tonton Guntari Kepala Dinsos Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pangandaran Yuningsih, serta perangkat desa dan perwakilan berbagai lembaga desa.

Program Literisasi Digital ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif demi meningkatkan kesejahteraan bersama.

Kepala Desa Pamotan, Andi Suwandi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Program Pamotan Safety Center (PSC) di bidang digitalisasi desa ini bertujuan memudahkan masyarakat, khususnya warga Pamotan, dalam mengakses internet.

“Masih ada beberapa blok wilayah di Pamotan yang belum terjangkau jaringan internet. Materi kegiatan lebih menekankan pada teknis penggunaan teknologi yang harus selaras dengan program pemerintah,” ujarnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Pangandaran Tonton Guntari menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam memasuki periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Jelang Nataru sering muncul informasi hoaks. Warga dihimbau untuk lebih waspada, berhati-hati, dan bijak dalam menggunakan media sosial.”

“Selain itu, banyak modus penipuan online dan aplikasi pinjaman ilegal yang beredar di medsos, ujung-ujungnya penipuan,” tegasnya.

Tonton pun mengajak masyarakat memanfaatkan teknologi untuk hal positif.

“Gunakan teknologi untuk kebaikan. Manfaatkan internet untuk kegiatan produktif seperti promosi wisata desa, pemasaran produk UMKM, serta akses layanan administrasi desa yang lebih cepat.”

“Jika internet aman, warga nyaman, dan desa bisa maju,” tambahnya. (Wwn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kemarau Picu Krisis Air Bersih, Kapolres Banjar Salurkan 10.000 Liter Air untuk Warga

5 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Pengelola Kebun Durian di Kedungwuluh Pangandaran Sulap Lahan Tidak Produktif ‎

5 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Trending di News