Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Tanam Seribu Pohon Picung, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Jaga Mata Air di Pangandaran

badge-check


					Tanam Seribu Pohon Picung, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Jaga Mata Air di Pangandaran Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Upaya pelestarian sumber mata air terus dilakukan di Kabupaten Pangandaran.

Menyambut Tahun Baru 2026, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran menanam 1.000 bibit pohon Pangium edule (picung) di kawasan hutan lahan PTPN I Blok Cigoblog, Dusun Bentar, Desa Bojong, Kecamatan Langkaplancar, Senin (29/12/2025).

Kegiatan bertema Mari Bersama Wariskan Mata Air, Bukan Air Mata ini juga diisi dengan penebaran benih ikan mujair sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.

Aksi lingkungan tersebut digelar bekerja sama dengan Komunitas Pohon Indonesia (KPI) Jawa Barat, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, serta Wali Leuweung.

Penanaman pohon diikuti oleh Kepala Desa Bojong, BPD Desa Bojong, anggota KPI dan FK3I, perwakilan Wali Leuweung, Mandor Besar PTPN I, serta unsur masyarakat setempat.

Ketua Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran, Anton Rahanto, mengatakan, pemilihan pohon picung bukan tanpa alasan.

Menurutnya, pohon ini memiliki akar yang sangat kuat dan terbukti mampu menahan tanah dari longsor.

“Pohon picung sangat baik menyerap dan menahan air. Bahkan kekuatannya melebihi beringin.”

“Selain itu, buahnya lebat dan bisa dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, sudah menjadi budaya kami menanam picung di sekitar sumber mata air,” ujarnya.

Senada, Ketua KPI Jawa Barat Ir. Dadi Ardiwinata menyebut pohon picung sebagai pohon sejuta manfaat.

Selain berfungsi ekologis, buahnya dapat diolah menjadi makanan bergizi melalui proses pengolahan khusus.

Secara ekologis, Pangium edule dikenal sebagai “pohon sahabat air”.

Sistem perakarannya yang dalam dan kokoh membantu meningkatkan infiltrasi air hujan, menjaga stabilitas debit mata air, mencegah erosi dan longsor, serta menciptakan ekosistem mikro yang lembap. Kanopinya yang rimbun juga berperan mengurangi penguapan air tanah.

Melalui kegiatan ini, para penggiat lingkungan ingin menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga alam secara berkelanjutan.

“Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita. Jangan menunggu bencana datang baru kita sadar untuk merawatnya,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisatawan Asal Bandung yang Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Meninggal Dunia

20 Juli 2026 - 11:36 WIB

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Trending di Daerah