Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong

badge-check


					Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan gerombolan babi hutan yang menyerang tanaman jagung.

Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari ini di lahan perkebunan yang dikelola petani muda. Padahal, tanaman jagung itu tinggal menunggu waktu panen.

Pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak gerombolan babi hutan.

Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah.

Petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), mengatakan, sudah dua tiga hari ini tanaman jagung yang ditanam diserang oleh gerombolan babi hutan.

“Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” paparnya.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut.

“Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” kata Purkon.

Padahal, sebelumnya sudah dilakukan antisipasi mulai dengan menggunakan obat obatan penangkal babi hutan.

“Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi gerombolan babi hutan datang kembali, kedepan Ia bersama petani muda lain akan berdiskusi dan bertanya kepada senior petani.

“Mudah mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah