Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong

badge-check


					Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan gerombolan babi hutan yang menyerang tanaman jagung.

Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari ini di lahan perkebunan yang dikelola petani muda. Padahal, tanaman jagung itu tinggal menunggu waktu panen.

Pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak gerombolan babi hutan.

Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah.

Petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), mengatakan, sudah dua tiga hari ini tanaman jagung yang ditanam diserang oleh gerombolan babi hutan.

“Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” paparnya.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut.

“Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” kata Purkon.

Padahal, sebelumnya sudah dilakukan antisipasi mulai dengan menggunakan obat obatan penangkal babi hutan.

“Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi gerombolan babi hutan datang kembali, kedepan Ia bersama petani muda lain akan berdiskusi dan bertanya kepada senior petani.

“Mudah mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Trending di Daerah