Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong

badge-check


					Sebulan Nunggu Panen, Tanaman Jagung di Sindangwangi Pangandaran Diserang Gerombolan Bagong Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Petani muda di Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengeluhkan gerombolan babi hutan yang menyerang tanaman jagung.

Peristiwa ini terjadi dalam tiga hari ini di lahan perkebunan yang dikelola petani muda. Padahal, tanaman jagung itu tinggal menunggu waktu panen.

Pantauan di lapangan Sabtu (17/1/2026) pagi, tanaman jagung di lahan seluas sekitar 700 bata dirusak gerombolan babi hutan.

Ada empat titik lebih di lahan tersebut yang tanaman jagungnya tumbang porak poranda akibat diserang hama babi hutan. Banyak jagung berceceran di atas permukaan tanah.

Petani muda di Sindangwangi, Purkon (33), mengatakan, sudah dua tiga hari ini tanaman jagung yang ditanam diserang oleh gerombolan babi hutan.

“Kita sudah melakukan antisipasi, tapi babi ini menyerangnya di malam hari. Jadi, kita susah untuk kontrol karena jauh dari area pemukiman,” paparnya.

Tanaman jagung yang diserang hama babi hutan, ada sekitar empat titik lebih di total lahan perkebunan tersebut.

“Jagung ini sudah berusia dua bulan lebih, tinggal nunggu panen sebulan lagi. Tapi sayang, kita dapat musibah sama kawanan babi hutan yang sering datang malam hari,” kata Purkon.

Padahal, sebelumnya sudah dilakukan antisipasi mulai dengan menggunakan obat obatan penangkal babi hutan.

“Seperti ditabur kamper, tapi tetap babi menyerang ke perkebunan jagung. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, karena banyak tanaman jagung yang dirusak babi hutan,” ungkapnya.

Untuk antisipasi gerombolan babi hutan datang kembali, kedepan Ia bersama petani muda lain akan berdiskusi dan bertanya kepada senior petani.

“Mudah mudahan nanti ada solusi terbaik agar bisa mencegah datangnya gerombolan babi hutan,” harapnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah