Menu

Mode Gelap
Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPG  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas

Daerah

Jadi Percontohan Nasional, Polda Jabar Sukses Tanam Ribuan Hektare Jagung

badge-check


					Jadi Percontohan Nasional, Polda Jabar Sukses Tanam Ribuan Hektare Jagung Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Polda Jabar terus optimalkan penanaman jagung secara masif di berbagai wilayah hukum Jawa Barat.

Hingga 9 April 2026, realisasi penanaman jagung telah mencapai 9.147,02 hektare dari total potensi lahan seluas 21.008 hektare.

Program ini dinilai berhasil menjaga stabilitas pangan sekaligus berpotensi menjadi model nasional.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menegaskan program tersebut merupakan aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen, mulai dari kepolisian hingga masyarakat di tingkat desa.

“Kami tidak bekerja sendiri. Ini adalah gerakan massal dan akan terus diperluas karena potensi lahan masih sangat besar,” ujarnya.

Dari sisi hasil, program ini menunjukkan capaian yang signifikan. Sebanyak 3.700,13 ton jagung telah diserap sebagai cadangan pangan pemerintah.

Selain itu, serapan terbesar berasal dari industri pakan ternak yang mencapai 75.066 ton, sehingga mampu menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Didampingi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko, Kombes Pol Fadly Samad menjelaskan kolaborasi dengan pabrik pakan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program tersebut.

Program ini mengusung skema inovatif bertajuk “Keroyok Bareng Rame-Rame” yang diturunkan dalam konsep “1 Desa 1 Hektare”.

Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak secara masif untuk memanfaatkan lahan kosong produktif.

Selain itu, pemanfaatan lahan dilakukan melalui skema pinjam manfaat dari Perhutani dan PTPN, sehingga lahan yang kurang produktif dapat dimanfaatkan secara legal dan terstruktur untuk pertanian jagung.

Dalam mendukung keberhasilan program, Polda Jabar juga mengandalkan sinergi pembiayaan dari berbagai sumber, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Primkoppol, serta Corporate Social Responsibility (CSR) dari mitra perusahaan.

Skema ini dinilai mampu mengatasi kendala permodalan petani.

Polda Jabar berharap program “Keroyok Bareng Rame-Rame” dapat menjadi role model nasional dalam mempercepat terwujudnya ketahanan pangan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung swasembada jagung di Indonesia. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pangandaran Soroti TPP ASN dan Gaji PPPK Paruh Waktu di Puskesmas – RSUD

7 Juni 2026 - 08:21 WIB

Hari Lansia Nasional 2026, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh Digelar di Kalipucang Pangandaran

5 Juni 2026 - 19:34 WIB

Polimek di Puskesmas, Begini Respon Dinkes Pangandaran

5 Juni 2026 - 11:41 WIB

Bupati Pangandaran Disorot, Media Sosial Dinilai Lebih Banyak Pamer Gaya Hidup Ketimbang Kinerja

2 Juni 2026 - 09:59 WIB

Pastikan Rekrutmen Akpol hingga Tamtama 2026 Tanpa Jalan Pintas, Polda Jabar Tutup Celah Curang

28 Mei 2026 - 12:31 WIB

Trending di Daerah