LENSAPRIANGAN.COM – Kecelakaan laut terjadi di kawasan Pantai Barat Pangandaran, menjelang waktu magrib.
Tiga wisatawan dilaporkan terseret arus saat berenang menggunakan papan boogie (boogie board).
Dua orang berhasil diselamatkan, sementara satu wisatawan lainnya hingga Jumat malam masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, mengatakan insiden tersebut terjadi sekitar pukul 17.50 WIB saat para korban masih beraktivitas di laut.
Menurut dia, ketiga wisatawan awalnya berenang di area yang relatif aman. Namun, akibat terbawa arus, mereka bergeser hingga memasuki zona berbahaya yang telah ditandai dengan bendera merah dan rambu larangan berenang.
“Awalnya mereka berenang di lokasi yang aman. Namun karena terbawa arus, mereka terseret ke tengah hingga masuk ke area yang dilarang untuk berenang,” ungkapnya, Jum’at (17/7/2026) malam.
Ia menjelaskan, petugas sebenarnya telah berulang kali mengimbau seluruh pengunjung untuk menghentikan aktivitas berenang mulai pukul 17.00 WIB.
Imbauan tersebut disampaikan secara berkala melalui pengeras suara maupun patroli petugas penjaga pantai.
“Jam operasional berenang di Pantai Barat Pangandaran dimulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Setelah pukul 17.00, seluruh wisatawan diminta keluar dari area laut karena kondisi mulai berisiko, terlebih menjelang malam,” katanya.
Dari tiga korban, dua orang berhasil diselamatkan. Sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dalam pencarian.
Korban yang masih hilang diketahui bernama Muhammad Rizki (21), warga Kabupaten Bandung. Adapun dua korban selamat masing-masing bernama Rian (19) dan Jatnika (24).
Hingga kini, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Barat Pangandaran menggunakan kendaraan patroli pantai (ATV) untuk memantau kemungkinan korban terbawa arus ke bibir pantai.
Sementara itu, seorang nelayan yang turut melakukan penyelamatan, Siswanto, mengaku mengetahui adanya korban setelah mendengar teriakan minta tolong saat hendak melaut.
“Saya waktu itu sedang mendorong perahu ke laut untuk berangkat melaut. Tiba-tiba ada orang berteriak minta tolong karena ada yang tenggelam,” katanya.
Siswanto mengatakan, saat tiba di lokasi ia hanya melihat dua orang korban di tengah laut.
Dengan menggunakan perahu, ia langsung melakukan upaya penyelamatan terhadap salah seorang korban yang nyaris tenggelam.
“Saya sempat mengejar menggunakan perahu. Korban hampir tenggelam dan sempat hilang dari pandangan, tetapi alhamdulillah masih bisa saya raih dan dinaikkan ke perahu. Satu korban lainnya berhasil mencapai tepi pantai sendiri,” ujar siswanto.
Menurut Siswanto, saat proses penyelamatan berlangsung, papan boogie yang sebelumnya digunakan para korban sudah terlepas sehingga mereka berada di laut tanpa alat bantu apung.
Ia memperkirakan insiden terjadi sekitar pukul 17.30 WIB atau menjelang waktu magrib, ketika kondisi di sekitar pantai mulai gelap. ***






