Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Wanoja Perjuangan Pangandaran Dikukuhkan, Siap Advokasi Kekerasan terhadap Perempuan

badge-check


					Wanoja Perjuangan Pangandaran Dikukuhkan, Siap Advokasi Kekerasan terhadap Perempuan Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Ratusan perempuan berpakaian putih memadati Aula Grand Palma Pangandaran by Horison, Rabu (28/10/2026).

Mereka merupakan perwakilan dari 93 desa di Kabupaten Pangandaran yang mengikuti pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan.

Organisasi perempuan yang berada di lingkungan PDI Perjuangan tersebut menargetkan penguatan peran perempuan, mulai dari penyaluran aspirasi, advokasi kasus kekerasan, hingga peningkatan ekonomi perempuan di tingkat desa.

Ketua Wanoja Perjuangan Kabupaten Pangandaran, Ida Nurlaila Wiradinata, mengatakan organisasi ini bergerak di bidang kemanusiaan dan menjadi wadah bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Menurut Ida, perempuan dalam wadah PDI Perjuangan bukan sekadar pelengkap perjuangan, melainkan bagian penting dari tujuan perjuangan itu sendiri.

“Perempuan di wadah PDI Perjuangan itu bukan sebagai pelengkap, melainkan tujuan dari sebuah perjuangan,” kata Ida.

Ia menjelaskan, keberadaan Wanoja Perjuangan diharapkan mampu menjembatani suara hati dan aspirasi perempuan di daerah agar dapat didengar serta ditindaklanjuti.

Ida menegaskan, organisasi tersebut juga akan terlibat dalam advokasi berbagai persoalan perempuan, terutama kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang turut mewarnai berbagai masalah rumah tangga, termasuk kasus kekerasan yang dialami perempuan.

“Sekarang banyak permasalahan di bawah. Gara-gara ekonomi, ada perempuan yang dianiaya suaminya. Ini juga menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Ida yang juga merupakan anggota DPR RI mengatakan, berbagai persoalan perempuan di tingkat bawah perlu dihimpun secara langsung agar aspirasi yang muncul tidak berhenti sebatas keluhan.

Ia berharap Wanoja Perjuangan dapat menjadi ruang bagi perempuan untuk menyampaikan persoalan sekaligus mendorong langkah nyata dalam membantu mereka mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Selain advokasi, peningkatan kemandirian ekonomi perempuan di Kabupaten Pangandaran juga menjadi perhatian organisasi tersebut.

“Kami juga ingin meningkatkan perekonomian perempuan di Pangandaran. Semua aspirasi dan persoalan yang ada akan kami himpun sesuai dengan gerakan organisasi,” katanya.

Pengukuhan pengurus Wanoja Perjuangan tersebut juga diisi kegiatan bakti sosial berupa donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pangandaran. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perkuat Listrik Kawasan Wisata, PLN Pangandaran Tarik Kabel Tanah Sepanjang 3 Kilometer

28 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Casabadia Villas Gelar Throwdown Manual Brew, Dorong Kualitas Kedai Kopi Pangandaran

27 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

27 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Trending di Daerah