Menu ✖

Mode Gelap
Lamine Coffee & Bakery Hadir di Pangandaran, Tawarkan 50 Menu dan Konsep Kuliner Terpadu Cerita Sarkam, Tukang Bangunan Asal Pangandaran yang Tergiur Gaji Tinggi, Pulang dari Batam Tanpa Hasil JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

Daerah

Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII 

badge-check


					Anggaran Mentok Rp 42 Juta, Hanya 11 dari 21 Atlet Disabilitas dari Pangandaran Bisa Berangkat pada Peparda Jabar VII  Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Nasib atlet disabilitas Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang akan berlaga pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat VII 2026, dibayangi keterbatasan anggaran.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran menegaskan anggaran untuk keberangkatan atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ke Peparda Jabar VII tidak bisa ditambah lagi.

Anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp 42 juta. Dengan dana tersebut, Disdikpora memperkirakan hanya 11 dari total 21 atlet disabilitas yang bisa diberangkatkan ke ajang olahraga tingkat Jawa Barat itu.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Arman Danismaya, mengakui pihaknya kesulitan menambah anggaran karena pembahasan perubahan anggaran sudah disahkan.

“Pada intinya, bingung nambahannya. Karena kemarin dalam perubahan sudah ketuk palu,” ungkapnya, Selasa (27/10/2026).

Ia memastikan alokasi anggaran untuk atlet disabilitas tetap Rp42 juta.

Setelah dipotong pajak, dana itu dinilai cukup memberangkatkan sebagian atlet dengan kebutuhan dasar selama mengikuti pertandingan.

Menurutnya, anggaran itu sudah diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan jersey, konsumsi, penginapan hotel, hingga transportasi atlet.

Namun, ada kebutuhan yang belum terakomodasi, yakni uang saku atlet. Pasalnya, komponen tersebut tidak tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Dengan anggaran Rp42 juta, dari 21 atlet paling hanya 11 orang yang bisa ikut berangkat ke Peparda,” kata Arman.

Arman menilai memaksimalkan anggaran untuk memberangkatkan 11 atlet menjadi pilihan paling realistis dibandingkan memaksakan penambahan jumlah peserta dengan dana yang dinilai tidak mencukupi.

“Saya memaksimalkan anggaran untuk 11 orang atlet disabilitas. Saya kira sudah sangat layak. Daripada sekarang nambahin banyak, tapi tetap enggak nyampe,” jelasnya.

Diketahui, untuk event Peparda Jabar VII dijadwalkan berlangsung di Kota Bandung pada 22–28 November 2026. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Operasi Patuh Lodaya 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pangandaran Turun ke Jalan Raya 

26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Dermawan Misterius Bagikan Beras dan Uang ke Warga Kurang Mampu di Kalipucang Pangandaran

26 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Renovasi Dapur Tak Dikerjakan, Warga Padaherang Pangandaran Mengaku Rugi Rp 10 Juta

25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Momen Puncak Milangkala ke-14 Pangandaran Sepi, Banyak Anggota DPRD Absen

25 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Pakai Bus Dishub, Rombongan Bupati Pangandaran Silaturahmi ke Tokoh Presidium Dalam Milangkala ke14

20 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Trending di Daerah