LENSAPRIANGAN.COM – Kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0625/Pangandaran tidak hanya membawa misi pembangunan infrastruktur.
Lebih dari itu, program tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan emosional antara TNI dengan masyarakat.
Suasana keakraban itu terlihat saat personel Satgas TMMD menggelar makan bersama di rumah salah satu warga Desa Bangunjaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Tanpa sekat dan jarak, para prajurit berbaur dengan warga. Mereka duduk bersama, menikmati hidangan sederhana, sekaligus berbincang santai dalam suasana penuh kekeluargaan.
Momen tersebut menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak selalu diwujudkan melalui pekerjaan fisik, seperti membuka akses jalan, membangun rumah tidak layak huni (Rutilahu), maupun menyediakan sarana air bersih.
Kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD.
Interaksi sederhana seperti makan bersama mampu membangun komunikasi, menumbuhkan rasa saling percaya, serta memperkuat hubungan sosial antara prajurit dan masyarakat.
Selama pelaksanaan TMMD ke-130, personel Satgas dan warga Desa Bangunjaya memang terlibat dalam berbagai kegiatan secara gotong royong.
Hubungan yang awalnya terjalin melalui pekerjaan pembangunan perlahan berkembang menjadi kedekatan layaknya keluarga.
Bagi prajurit TNI, masyarakat bukan sekadar mitra dalam menyukseskan program pembangunan desa, melainkan bagian penting yang harus dirangkul dan dijaga kebersamaannya.
Sebaliknya, kehadiran personel Satgas TMMD juga memberikan pengalaman tersendiri bagi masyarakat.
Selain membantu mempercepat pembangunan, prajurit TNI hadir membangun suasana kebersamaan dan kepedulian di lingkungan warga. ***






