LENSAPRIANGAN.COM – Sosok H. Yayat Candrahayat dikenal sebagai figur yang tegas, disiplin, namun tetap supel dan humoris.
Karakter itu pula yang ia terapkan dalam mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tempat ia dipercaya sebagai Person In Charge (PIC) atau penanggung jawab.
Yayat merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada masanya.
Pengalaman panjangnya di dunia profesional, khususnya di perusahaan migas tempat ia masih aktif bekerja di luar Pulau Jawa, membentuk etos kerja yang kuat dan penuh tanggung jawab.
“Sama saya mah harus disiplin dan bertanggung jawab, apa pun itu. Karena saya dididik di perusahaan sudah lama,” ujar Yayat melalui WhatsApp beberapa hari ini.
Dalam mengelola SPPG Sindangwangi, Yayat tidak sendiri. Ia menggandeng putranya yang masih muda, Advie, di bawah naungan Yayasan Adlan Sehat Sejahtera.
Kolaborasi ayah dan anak ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan program pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Kehadiran SPPG Sindangwangi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mitra dan penerima program, tapi juga membuka ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi pemuda di sekitar wilayah tersebut.
“Jadi, tidak hanya mitra dan penerima manfaat saja yang bisa merasakan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Pak Presiden Prabowo Subianto ini,” kata Yayat.
Sebelum mengelola SPPG Sindangwangi, Yayat dan Advie juga sudah lebih dulu mengelola SPPG Kedungwuluh.
Kini, keduanya menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dedikasi Yayat mendapat apresiasi dari para relawan. Rosy, seorang relawan SPPG Sindangwangi, menilai Yayat sebagai sosok yang konsisten dan berkomitmen tinggi dalam bekerja.
“Kalau Pak Yayat memang orangnya tegas, disiplin, tapi baik dan pintar,” ungkap Rosy.
Ia pun mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari SPPG Sindangwangi. Menurut Ia, bekerja di bawah kepemimpinan Yayat memberikan banyak pelajaran berharga.
“Karena di sini saya belajar banyak bagaimana disiplin bekerja dan membagi waktu,” ujarnya. ***






