Menu

Mode Gelap
JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos Razia Gabungan Pajak Kendaraan di Pangandaran Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu

Daerah

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

badge-check


					Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Polemik kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran terus mencuat.

Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Padaherang, Ridwan Sayuti, menegaskan, pihak sekolah telah melaporkan temuan makanan bermasalah (terdapat ulat belatung) itu ke Polsek Padaherang, Rabu (4/2/2026).

Ridwan menyampaikan, laporan itu dilakukan menyusul kekhawatiran para guru terhadap kondisi makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi oleh para siswa.

Menurutnya, pihak kepolisian sempat menyampaikan bahwa makanan MBG tersebut akan diganti, namun hingga kini penggantian yang dijanjikan belum juga direalisasikan.

“Sudah kami laporkan ke pihak Polsek. Informasinya akan diganti, tapi sampai sekarang belum ada penggantian,” tegas Ridwan.

Sementara itu, dari pihak SPPG Agris, Piki Kurniawan memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dan menyajikan makanan MBG dengan sebaik dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan standar yang ada, Rabu (4/2/2026) saat di konfirmasi beberapa media.

Piki pun menegaskan bahwa pihak SPPG tidak menginginkan adanya makanan MBG yang tidak layak konsumsi.

Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas makanan demi kesehatan para siswa penerima manfaat.

“Kami menghindari agar makanan MBG tidak sampai tidak layak dimakan. Semua sudah kami siapkan sebaik mungkin,” ungkap Piki.

Jika pihak sekolah menemukan makanan yang sudah basi atau tidak layak konsumsi, maka sekolah diminta segera melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG.

Ia memastikan, jika memang terbukti makanan tersebut tidak layak, pihaknya siap untuk mengganti makanan yang telah disajikan.

“Kalau memang makanan sudah tidak layak dimakan, tolong pihak sekolah segera konfirmasi. Dari pihak SPPG akan kami ganti,” tambahnya. (Eful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Doa dan Lilin di Pantai Pangandaran, Solidaritas Jurnalis untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

21 September 2026 - 10:22 WIB

Pemdes Limusgede Gelar Pendidikan Jurnalistik, Tingkatkan SDM Perangkat dan Lembaga 

19 September 2026 - 15:34 WIB

Harhubnas 2026 di Nusawiru, Pemkot Banjar Dorong Transportasi yang Mudahkan Mobilitas Warga

19 September 2026 - 15:12 WIB

JPKP Dorong BBWS Citanduy Segera Tangani Banjir yang Rendam 700 Hektare Sawah di Pangandaran

19 September 2026 - 10:55 WIB

ASN Kemensos di Kabupaten Pangandaran Dorong Digitalisasi Bansos Lewat Agen Perlinsos

17 September 2026 - 18:39 WIB

Trending di Daerah