Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Daerah

Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah

badge-check


					Guru MTs di Padaherang Pangandaran Laporkan MBG Bermasalah Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Polemik kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran terus mencuat.

Seorang guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) Padaherang, Ridwan Sayuti, menegaskan, pihak sekolah telah melaporkan temuan makanan bermasalah (terdapat ulat belatung) itu ke Polsek Padaherang, Rabu (4/2/2026).

Ridwan menyampaikan, laporan itu dilakukan menyusul kekhawatiran para guru terhadap kondisi makanan yang dinilai tidak layak dikonsumsi oleh para siswa.

Menurutnya, pihak kepolisian sempat menyampaikan bahwa makanan MBG tersebut akan diganti, namun hingga kini penggantian yang dijanjikan belum juga direalisasikan.

“Sudah kami laporkan ke pihak Polsek. Informasinya akan diganti, tapi sampai sekarang belum ada penggantian,” tegas Ridwan.

Sementara itu, dari pihak SPPG Agris, Piki Kurniawan memberikan klarifikasi terkait persoalan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dan menyajikan makanan MBG dengan sebaik dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan standar yang ada, Rabu (4/2/2026) saat di konfirmasi beberapa media.

Piki pun menegaskan bahwa pihak SPPG tidak menginginkan adanya makanan MBG yang tidak layak konsumsi.

Ia menyatakan komitmennya untuk menjaga kualitas makanan demi kesehatan para siswa penerima manfaat.

“Kami menghindari agar makanan MBG tidak sampai tidak layak dimakan. Semua sudah kami siapkan sebaik mungkin,” ungkap Piki.

Jika pihak sekolah menemukan makanan yang sudah basi atau tidak layak konsumsi, maka sekolah diminta segera melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG.

Ia memastikan, jika memang terbukti makanan tersebut tidak layak, pihaknya siap untuk mengganti makanan yang telah disajikan.

“Kalau memang makanan sudah tidak layak dimakan, tolong pihak sekolah segera konfirmasi. Dari pihak SPPG akan kami ganti,” tambahnya. (Eful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah