Menu

Mode Gelap
Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia Pemotor RX KING Asal Cilacap Nyaris Jadi Korban Pembacokan di Pangandaran, Sempat Ditangkis Saat Diserang Rakor dan Evaluasi SPPGĀ  di Pangandaran, BGN: Jurnalis Tak Boleh Meliput BUMDes Masawah Soroti Krisis Sampah di Pantai Madasari, Desak Pemkab Pangandaran Bertindak Tegas Overload, Truk Bermuatan Kayu di Pangandaran Terguling Kecelakaan Mobil Wisatawan asal Tasikmalaya di Pangandaran, 1 Orang MD dan 17 Luka-Luka

Bisnis

Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

LENSAPRIANGAN.COM – Budidaya lobster modern di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat mulai menunjukkan geliat signifikan dan menjadi indikator penting perubahan peta persaingan lobster Indonesia di pasar global.

Salah satu penggerak utama kebangkitan ini adalah PT Cahaya Lobster Indonesia, perusahaan yang berlokasi di Dusun Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi.

Perusahaan yang bergerak di sektor perlobsteran ini sukses menerapkan teknologi dan sistem produksi modern untuk menjaga suplai lobster tetap stabil dan terukur.

Stabilitas produksi tersebut berdampak langsung pada perbaikan rantai pasok.

Distribusi menjadi lebih rapi, fluktuasi pasokan dapat ditekan, dan harga komoditas lobster di pasar menjadi lebih terkendali.

Kondisi ini turut mendorong peningkatan konsumsi di dalam negeri karena masyarakat kini bisa mengakses lobster dengan harga lebih terjangkau.

Bagi pelaku usaha, panen berkelanjutan memberikan kepastian pasokan yang selama ini menjadi tantangan utama industri lobster.

Keunggulan lain dari fasilitas budidaya ini adalah kelengkapan izin usaha yang dimiliki, sehingga membuka peluang ekspor langsung tanpa perantara.

Dengan permintaan pasar luar negeri yang terus meningkat, khususnya dari kawasan Asia Timur, keberadaan fasilitas budidaya modern di Pangandaran menjadi angin segar bagi industri perlobsteran nasional, termasuk bagi nelayan penangkap benih lobster.

Di tingkat operasional, penerapan standar budidaya yang ketat menjadi kunci keberhasilan.

Viktorinus, karyawan teknis PT Cahaya Lobster Indonesia, menegaskan bahwa kualitas air merupakan faktor paling krusial dalam budidaya lobster.

“Kadar garam, pH, dan oksigen harus stabil. Lobster hanya berkembang optimal dalam kondisi air tertentu. Yang sakit langsung kami karantina,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Didukung melimpahnya benih lobster dari perairan Pangandaran, para pembudidaya melihat momentum besar untuk meningkatkan produksi nasional.

Aep Saefullah, pembudidaya lokal, menilai Indonesia seharusnya tidak lagi hanya berperan sebagai pemasok benih bagi negara lain.

“Ketersediaan benih sangat melimpah. Jangan terus mengalir ke Vietnam. Dengan budidaya modern, kita bisa merebut kembali pasar dunia,” tegas Aep.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh nelayan setempat.

Dayat, nelayan lobster asal Pangandaran, menyebut keberadaan unit budidaya modern ini sebagai titik balik bagi ekonomi nelayan.

“Unit budidaya seperti ini sangat membantu ekonomi kami. Semoga ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Perpisahan Sekda Kusdiana, Disdikpora Pangandaran Datang Koboy Lengkap dengan Kudanya

6 Mei 2026 - 10:23 WIB

Purna Tugas, Kominfo Pangandaran Siarkan Langsung Perpisahan Sekda Kusdiana

6 Mei 2026 - 10:01 WIB

IJTI: Jangan Korbankan Jurnalis, Selamatkan Pilar Keempat Demokrasi

2 Mei 2026 - 18:04 WIB

Lapas Kelas IIB Ciamis Dorong Kreativitas Warga Binaan Lewat Pojok Musik

30 April 2026 - 20:48 WIB

Baksos Anggota DPR Ida Nurlaela Bersama Hesti Mulyati Bangun Kembali Rumah Terdampak Bencana di Pangandaran

30 April 2026 - 18:27 WIB

Trending di Daerah