Menu

Mode Gelap
Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG

Bisnis

Budidaya Lobster Modern di Pangandaran Bangkit, Indonesia Berpeluang Kuasai Pasar Global

badge-check


					Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

LENSAPRIANGAN.COM – Budidaya lobster modern di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat mulai menunjukkan geliat signifikan dan menjadi indikator penting perubahan peta persaingan lobster Indonesia di pasar global.

Salah satu penggerak utama kebangkitan ini adalah PT Cahaya Lobster Indonesia, perusahaan yang berlokasi di Dusun Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi.

Perusahaan yang bergerak di sektor perlobsteran ini sukses menerapkan teknologi dan sistem produksi modern untuk menjaga suplai lobster tetap stabil dan terukur.

Stabilitas produksi tersebut berdampak langsung pada perbaikan rantai pasok.

Distribusi menjadi lebih rapi, fluktuasi pasokan dapat ditekan, dan harga komoditas lobster di pasar menjadi lebih terkendali.

Kondisi ini turut mendorong peningkatan konsumsi di dalam negeri karena masyarakat kini bisa mengakses lobster dengan harga lebih terjangkau.

Bagi pelaku usaha, panen berkelanjutan memberikan kepastian pasokan yang selama ini menjadi tantangan utama industri lobster.

Keunggulan lain dari fasilitas budidaya ini adalah kelengkapan izin usaha yang dimiliki, sehingga membuka peluang ekspor langsung tanpa perantara.

Dengan permintaan pasar luar negeri yang terus meningkat, khususnya dari kawasan Asia Timur, keberadaan fasilitas budidaya modern di Pangandaran menjadi angin segar bagi industri perlobsteran nasional, termasuk bagi nelayan penangkap benih lobster.

Di tingkat operasional, penerapan standar budidaya yang ketat menjadi kunci keberhasilan.

Viktorinus, karyawan teknis PT Cahaya Lobster Indonesia, menegaskan bahwa kualitas air merupakan faktor paling krusial dalam budidaya lobster.

“Kadar garam, pH, dan oksigen harus stabil. Lobster hanya berkembang optimal dalam kondisi air tertentu. Yang sakit langsung kami karantina,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).

Didukung melimpahnya benih lobster dari perairan Pangandaran, para pembudidaya melihat momentum besar untuk meningkatkan produksi nasional.

Aep Saefullah, pembudidaya lokal, menilai Indonesia seharusnya tidak lagi hanya berperan sebagai pemasok benih bagi negara lain.

“Ketersediaan benih sangat melimpah. Jangan terus mengalir ke Vietnam. Dengan budidaya modern, kita bisa merebut kembali pasar dunia,” tegas Aep.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh nelayan setempat.

Dayat, nelayan lobster asal Pangandaran, menyebut keberadaan unit budidaya modern ini sebagai titik balik bagi ekonomi nelayan.

“Unit budidaya seperti ini sangat membantu ekonomi kami. Semoga ke depan jumlahnya bisa terus bertambah,” katanya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Playpad Hadir di Pangandaran, Lapangan Padel Standar Internasional Pertama di Jawa Barat

26 Agustus 2026 - 09:05 WIB

JPKP Perjuangkan Solusi Banjir dan Nasib Petani di Pangandaran

25 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM

23 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Afnalink Perkuat Legalitas Mitra ISP dan Tertibkan Infrastruktur Jaringan di Pangandaran

20 Agustus 2026 - 14:37 WIB

Perkuat Swasembada Pangan Nasional, Polres Banjar Gerakkan Petani Tanam 200 Kg Bawang Putih

19 Agustus 2026 - 18:50 WIB

Trending di Daerah