Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Mahasiswa Unpad Pangandaran Sebut 3 Calon Rektor Abai PSDKU 

badge-check


					Ilustrasi Unpad Pangandaran Perbesar

Ilustrasi Unpad Pangandaran

LENSAPRIANGAN.COM – Universitas Padjadjaran (Unpad) Kabupaten Pangandaran kini sedang melaksanakan Pemilihan Rektor baru untuk masa jabatan 2024-2029.

Hal tersebut menjadi tahun yang sibuk bagi mahasiswa Unpad, pasalnya fokus utamanya yakni mengawal pemilihan tersebut.

 

Akan tetapi, dibalik meriahnya Pemilihan Rektor, terdapat satu isu yang terlupakan yaitu nasib dari Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Unpad Pangandaran yang masih dipertanyakan eksistensinya.

 

Sampai saat ini, terdapat tiga Calon Rektor Unpad yang telah ditetapkan oleh Panitia Pelaksana Pemilihan Rektor (P3R) Universitas Padjadjaran.

 

Ketiga Calon Rektor tersebut diantaranya, Prof. Arief S. Kartasasmita, dr., Sp.M(K), M.Kes, PhD, Prof. Popy Rufaidah, MBA, PhD, dan Prof. med. Setiawan, dr.

 

Penetapan tersebut, didasarkan pada hasil Sidang Pleno Tertutup MWA (Majelis Wali Amanat) yang diselenggarakan pada hari Jum’at (21/6/2024) lalu.

 

Pada Rapat Pleno Terbuka MWA yang dilaksanakan pada hari selasa (02/07/2024), ketiga Calon Rektor mengutarakan berbagai janji manis terkait masa depan Unpad meliputi pembangunan fasilitas kampus, peningkatan pendapatan universitas, dan meningkatkan kualitas kurikulum serta pembelajaran.

 

Janji-janji manis yang disampaikan ketiga Calon Rektor tersebut dapat dibilang sangat miris, mengingat terdapat PSDKU yang sampai saat ini belum mendapatkan perhatian khusus untuk dimasukkan dalam perencanaan dan kebijakan strategis universitas.

 

Kekecawaan tersebut dirasakan oleh Ketua Koorda BEM Kema Unpad PSDKU Pangandaran Namira Najma Humaira.

 

“Ketiga-tiganya mengecewakan, ketika saya bertanya pada sesi diskusi khusus dengan mahasiswa terkait keresahan kema PSDKU, jawaban yang saya dapat hanya sekedar PSDKU akan dikembangkan tetapi tidak ada perencanaan lebih lanjut untuk pengembangannya”, kata Namira Kamis (4/7/2024).

 

Ia pun mempertanyakan cita-cita Calon Rektor untuk menjadikan Unpad sebagai 300 universitas terbaik dunia pada QS World University.

 

“Apakah cita-cita Calon Rektor untuk menjadikan Unpad masuk kedalam 300 kampus terbaik dunia tersebut berlaku untuk PSDKU? Apa jaminannya?” tanya Namira.

 

Diketahui, sampai saat ini PSDKU sedang menghadapi berbagai permasalahan yang belum terselesaikan dari dulu.

 

Permasalahan tersebut diantaranya adalah fasilitas yang tidak memadai seperti akses jalan menuju kampus yang masih terbuat dari tanah dan bebatuan.

 

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena sudah banyak mahasiswa yang mengalami kecelakaan akibat buruknya akses jalan.

 

Selain itu, kurangnya sarana dan prasarana penunjang pembelajaran membuat lingkungan proses belajar-mengajar menjadi kurang efektif, yang mengakibatkan pengembangan diri mahasiswa terhambat.

 

Masalah lainnya adalah kesejahteraan mahasiswa dan tenaga pendidik PSDKU yang terabaikan oleh pihak universitas.

 

Akses pelayanan kesehatan dan dukungan psikologis mahasiswa yang sangat minim, begitu juga dengan tenaga pendidik yang gajinya tidak memadai.

 

“Kesejahteraan pimpinan direktorat PSDKU saja masih ada yang dikesampingkan, padahal itu sudah sekelas pemimpin, apalagi kesejahteraan mahasiswa”, terang Namira.

 

Birokrasi yang rumit dan status PSDKU yang tidak jelas turut memperparah permasalahan yang terjadi. Sebab kedua hal tersebut sangat mempengaruhi sistem operasional dalam menjalankan kegiatan sehari-hari kampus.

 

“Sebenarnya status PSDKU ini apa? Unpad atau Unpang (Universitas Pangandaran)? Namanya saja Unpad tapi setara pun tidak bisa. Wajar apabila survei terakhir menunjukkan bahwa 80% kema PSDKU tidak bangga dengan kampusnya sendiri,” jelasnya.

 

Kondisi-kondisi tersebut tentunya perlu menjadi salah satu perhatian utama rektor baru dalam memimpin Universitas Padjadjaran.

 

Tujuannya agar setiap mahasiswa dan tenaga pendidik PSDKU mendapatkan hak yang sama layaknya seperti di kampus utama.

 

“karena, bagaimana pun PSDKU merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Unpad,” pungkasnya.(art).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Grand Palma Pangandaran Rayakan HUT ke-3, Perkuat Konsep Syariah dan Targetkan Ekspansi

31 Juli 2026 - 21:50 WIB

Akhirnya, Tiga Anak Pemulung Asal Bekasi Dapat Perhatian Disdikpora Pangandaran, PGRI, dan BAZNAS

31 Juli 2026 - 18:01 WIB

Antara Guru dan AI: Peran Pendidik Tetap Tak Tergantikan di Era Kecerdasan Artifisial

30 Juli 2026 - 10:07 WIB

Manfaat Aplikasi Pronalin Cek, Bantu Ibu Hamil Kenali Risiko hingga Siapkan Persalinan Lebih Aman

28 Juli 2026 - 16:12 WIB

Milad ke 51, MUI Pangandaran Soroti Isu Keagamaan Sensitif, Lakukan Identifikasi dan Antisipasi Gesekan

27 Juli 2026 - 14:43 WIB

Trending di Daerah