Menu

Mode Gelap
Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order Festival & Expo KKN Berakhir, 30 Desa di Pangandaran-Tasikmalaya Pamer Karya Seni dan UMKM Diduga Akibat Faktor Ekonomi, Ibu Muda di Pangandaran Dipukul Suami Pakai Palu Aquarium Indonesia Pangandaran Semarakkan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat Bawah Laut Ratusan Anggota PKTMPP di Pangandaran Perkuat Silaturahmi, Siap Pasang Banner di Lahan Garapan Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar

Daerah

Musim Tanam, BPP di Pangandaran Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

badge-check


					Musim Tanam, BPP di Pangandaran Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Musim tanam di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dipastikan tidak terganggu kelangkaan pupuk bersubsidi.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) memastikan stok pupuk untuk kebutuhan petani masih tersedia di sejumlah kios resmi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Padaherang, Nadia Btari, menyatakan hasil pengawasan di lapangan distribusi pupuk bersubsidi masih aman selama musim tanam berlangsung.

“Setiap petani sudah memiliki kuota pupuk bersubsidi. Petani tinggal menebusnya dengan membawa KTP ke kios sesuai wilayah masing-masing,” ungkapnya di BPP Kecamatan Padaherang, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, jumlah pupuk yang diterima petani disesuaikan dengan luas lahan yang tercatat dalam data pertanian.

“Kalau Blbesaran pupuk yang diterima ditentukan berdasarkan dokumen luas lahan garapan petani,” kata Nadia

Untuk harga, pupuk bersubsidi tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

Pupuk urea bersubsidi dijual Rp 1.800 per kilogram atau Rp 90 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

Sedangkan pupuk NPK atau Ponska dijual Rp 1.840 per kilogram atau Rp 92 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

Meski distribusi pupuk saat ini dinilai lebih lancar, sejumlah petani mengaku sebelumnya sempat mengalami kendala saat masa peralihan sistem kartu tani ke penggunaan KTP.

Seorang petani asal Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Yusno, mengatakan pupuk bersubsidi kini lebih mudah diperoleh dibanding beberapa waktu lalu.

“Sekarang pupuk masih mudah didapat. Tapi sawah saya sering kebanjiran, jadi belum beli pupuk lagi,” ungkapnya.

Yusno menyebut, pada masa awal perubahan sistem pendataan, petani kerap tidak menerima pupuk sesuai kebutuhan lahan.

“Dulu pernah butuh 30 kilogram untuk sawah sekitar 200 bata, tapi yang diberikan paling hanya setengahnya. Sekarang katanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Yusno. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadiri Pangandaran Air Show 2026, Kapolda Jabar Dorong Sinergi Pengamanan Event Nasional

5 September 2026 - 17:30 WIB

Kapolda Jabar Datang ke Banjar, Soroti Pelayanan Publik dan Apresiasi Kinerja Polres

5 September 2026 - 10:23 WIB

Musim Kemarau Jadi Berkah, Pengrajin Layangan Sawangan di Pangandaran Kebanjiran Order

3 September 2026 - 18:27 WIB

PMII Soroti Hibah 30 Hektare Lahan ISBI, SKPD Pangandaran Menjerit, Defisit dan IPM Masih PR

27 Agustus 2026 - 18:56 WIB

Fraksi PDIP Minta Pemda Pangandaran Kaji Ulang Hibah 30 Hektare untuk ISBI Bandung

27 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Trending di Daerah