Menu

Mode Gelap
Cegah Anak Kecanduan Gadget Saat Liburan, Yayasan Dangiang Galuh Pajajaran Luncurkan Program ULAS di Langkaplancar Warga Sekitar SPPG Pananjung Dua Pangandaran, Keluhkan Pola Pengadaan Bahan Baku MBG Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Bulan Bung Karno 2026 di Pangandaran, Edukasi Pancasila hingga Doorprize Rp 60 Juta Big Mike Fighting Series Guncang Pangandaran, Ajang Tinju Siap Lahirkan Petarung Muda  Tebar Hewan Kurban, Ratusan Kambing Dibagikan ke Sejumlah DKM di Kabupaten Pangandaran  Pangandaran Berduka, Cawabup 2024 Dikabarkan Meninggal Dunia

Daerah

Musim Tanam, BPP di Pangandaran Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman

badge-check


					Musim Tanam, BPP di Pangandaran Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Perbesar

LENSAPRIANGAN.COM – Musim tanam di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat dipastikan tidak terganggu kelangkaan pupuk bersubsidi.

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) memastikan stok pupuk untuk kebutuhan petani masih tersedia di sejumlah kios resmi.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kecamatan Padaherang, Nadia Btari, menyatakan hasil pengawasan di lapangan distribusi pupuk bersubsidi masih aman selama musim tanam berlangsung.

“Setiap petani sudah memiliki kuota pupuk bersubsidi. Petani tinggal menebusnya dengan membawa KTP ke kios sesuai wilayah masing-masing,” ungkapnya di BPP Kecamatan Padaherang, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, jumlah pupuk yang diterima petani disesuaikan dengan luas lahan yang tercatat dalam data pertanian.

“Kalau Blbesaran pupuk yang diterima ditentukan berdasarkan dokumen luas lahan garapan petani,” kata Nadia

Untuk harga, pupuk bersubsidi tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan pemerintah.

Pupuk urea bersubsidi dijual Rp 1.800 per kilogram atau Rp 90 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

Sedangkan pupuk NPK atau Ponska dijual Rp 1.840 per kilogram atau Rp 92 ribu per sak ukuran 50 kilogram.

Meski distribusi pupuk saat ini dinilai lebih lancar, sejumlah petani mengaku sebelumnya sempat mengalami kendala saat masa peralihan sistem kartu tani ke penggunaan KTP.

Seorang petani asal Dusun Anggaraksan, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Yusno, mengatakan pupuk bersubsidi kini lebih mudah diperoleh dibanding beberapa waktu lalu.

“Sekarang pupuk masih mudah didapat. Tapi sawah saya sering kebanjiran, jadi belum beli pupuk lagi,” ungkapnya.

Yusno menyebut, pada masa awal perubahan sistem pendataan, petani kerap tidak menerima pupuk sesuai kebutuhan lahan.

“Dulu pernah butuh 30 kilogram untuk sawah sekitar 200 bata, tapi yang diberikan paling hanya setengahnya. Sekarang katanya sudah disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Yusno. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kornologis Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Dua Selamat Satu Masih Dicari

18 Juli 2026 - 10:41 WIB

Tiga Wisatawan Terseret Arus di Pantai Barat Pangandaran, Satu Masih Dalam Pencarian

17 Juli 2026 - 21:22 WIB

Dua Penyandang Disabilitas Wakili Polres Pangandaran pada Lomba Melukis

17 Juli 2026 - 17:05 WIB

JPKP Pangandaran Jalin Sinergi dengan Kodim 0625, Siapkan Kolaborasi Program untuk Masyarakat

16 Juli 2026 - 18:19 WIB

Kapolres dan Dandim di Pangandaran Perkuat Soliditas Sinergitas 

14 Juli 2026 - 12:11 WIB

Trending di Daerah